Spanyol Pimpin Misi Militer Somalia
Negara-negara Uni Eropa
Jerman telah mengungkapkan kesiapannya untuk menyumbang 20 prajurit untuk misi pelatihan itu, yang akan dilakukan terutama di Ugada, tempat sejumlah pasukan Somalia sedang dilatih. Perancis juga telah menjanjikan pasukan, dan Inggris diperkirakan mengambil bagian.
Tujuan dari misi itu adalah memperkuat pemerintah transisi Somalia yang mendapat dukungan Barat.
Namun, sejumlah negara EU menyatakan khawatir pelatihan dan pemberian senjata kepada pasukan Somalia akan cenderung menimbulkan masalah ketimbang memecahkannya, tanpa komitmen jangka panjang untuk membayar mereka dan memberi mereka dukungan kelembagaan.
Pasukan Uni Afrika kini digelar di negara itu untuk melindungi lembaga-lembaga penting pemerintah. Namun, Somalia membutuhkan kontingen pasukan sendiri yang lebih besar, berkemampuan, dan tepercaya.
Misi EU itu diperkirakan akan melatih sekitar 2.000 prajurit Somalia dan melengkapi misi-misi lain, sehingga jumlah prajurit terlatih Somalia menjadi sekitar 6.000. EU mengatakan dalam sebuah pernyataan, misinya akan dilakukan dalam koordinasi dengan pemerintah sementara Somalia, Uni Afrika, PBB dan AS.
Pemerintah transisi kini hanya menguasai sejumlah kecil wilayah di Mogadishu, ibu kota Somalia, dan sisanya dikuasai Al-Shabaab yang diilhami Al-Qaeda dan kelompok lebih politis Hezb al-Islam.(*)