Ratih Sementara Kalah Pemilukada Ngawi
Mantan peragawati era 1990 an Ratih Sanggarwati, 48, mengaku masih mengumpu
Wanita kelahiran Ngawi itu menegaskan keputusannya mengumpulkan bukti kecurangan tidak semata karena ia sementara dinyatakan kalah. Akan tetapi, sebagai upayanya membawa perubahan di Kabupaten Ngawi.
Saat ditemui di kediamannya, Ratih mengatakan tidak ingin gegabah dalam mengumpulkan bukti. ”Ini kan masalah hukum dan tidak main-main. Jadi, saya dan tim masih mengumpulkan sejumlah saksi dan bukti mengenai kecurangan dalam Pilkada Ngawi.
Selanjutnya, akan dikonsultasikan ke advokat saya. Ditindaklanjuti melalui jalur hukum atau tidak. Saya tak ingin Pilkada Ngawi menjadi Pilkada terburuk yang selama ini ada di Indonesia. Pokoknya klaim itu jangan sampai lah,” terangnya kepada Surya, Jumat (14/5/2010).
Menurut Ratih, sejumlah kejanggalan itu, di antaranya adanya dugaan money politics yang terjadi di setiap kecamatan. Selain itu, juga adanya kasalahan dan kekurangan sosialisasi yang berdampak pada banyaknya surat suara tak sah. “Itu yang akan kami tindak lanjuti. Sebab, 100.000 surat suara tak sah itu, bisa jadi adalah simpatisan dan pendukung kami,” katanya.
Namun, Ratih mengaku siap kalah jika nantinya hasil pengumuman KPUD memutuskan pasangan incumbent Budi Kanang Soelistyono dan Oni Anwar Harsono (OK) menjadi pemenang.
Pasangan OK mengklaim unggul di hampir semua kecamatan dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Ngawi. Klaim tersebut didasarkan pada hasil penghitungan yang dilakukan tim sukses OK yang disebut OK Center di 19 kecamatan yang ada di Ngawi. Pasangan tersebut meraih 221.576 suara atau 54,22 persen.
Hasil penghitungan OK Center menempatkan pasangan Ratih-Khoirul Anam yang menjadi pesaing berat OK pada urutan ketiga. Ratih-Khoirul mendapatkan 57.593 suara atau 14,15 persen. Sementara posisi kedua ditempati pasangan Maryudhi Wahyono-Suratno (MARS) dengan 97.939 suara atau 24,05 persen.
Adapun pasangan Tri Suyono-Suramto meraih 18.965 suara atau 4,66 persen, dan pasangan Mohamad Rosidi-Siti Amsiyah dengan 11.085 suara atau 2,72 persen.
Menurut Ratih, kekalahannya dengan pasangan incumbent bukanlah segala-galanya. Menurutnya, dalam hidup itu, mati hanya sekali. Akan tetapi, dalam berpolitik itu, mati bisa berkali-kali.
“Yang jelas, saya menawarkan kue perubahan yang enak. Tetapi, kalau dalam kenyataannya masyarakat Ngawi tak mau berubah dengan bukti hanya 50.000 orang saja yang memilih, saya tak bisa memaksakan kehendak. Saya hanya berharap yang menang dalam Pilkada Ngawi membawa kebaikan bagi Kabupaten Ngawi,” pintanya.
Di samping itu, ibu tiga putri ini mengaku akan segara bersilaturahmi dengan sejumlah pasangan calon bupati dan wakil bupati Ngawi yang kalah. Mereka akan membentuk kekuatan sebagai kelompok pemantau kinerja pemerintah selama lima tahun ke depan. Sebab, kata putri seniman Sugianto Jangkung ini, semua pasangan yang kalah tetap menginginkan perubahan bagi Kabupaten Ngawi.
Sementara, mengenai rencana lima tahun ke depan untuk mencalonkan kembali di Kabupaten Ngawi, Ratih menegaskan biarkan dirinya beristirahat dulu dan kembali ke Jakarta. Apalagi, sejak 20 Mei 2010 mendatang, undangan kerja baginya cukup banyak, mulai dari Hongkong dan lainnya. “Ups, lima tahun ke depan. Biar tak istirahat dulu lah,” celetuknya.
Sementara, calon wakil bupati Suratno tak menggubris dengan klaim kemenangan dari kubu OK. Suratno yang berpasangan dengan Maryudhi Wahyono mengatakan saling klaim suara kemenangan itu hal biasa. Menurutnya, jika kubu lain mengklaim menang dan menghasilkan suara sekitar 54, 42 persen, dirinya juga mengklaim menang sementara dengan hasil perolehan suara 57 persen dari surat suara sah.
“Itu, biasa terjadi saling klaim. Saya sendiri juga mendapatkan suara 57 persen. Kalau memang saya kalah, kami akan siapkan reformasi Ngawi jilid II,” ungkapnya.
Sementara, Ketua KPUD Kabupaten Ngawi, Sunarto menegaskan pemenang pilkada akan ditentukan pada penghitungan hasil suara versi KPUD Ngawi. “Yang valid dan sesuai, ya nanti penghitungan dan penetapan hasil penghitungan KPUD Ngawi,” tandasnya. (*)