Duar! TPA Airmadidi Meledak
Ledakan keras terdengar di Tempat Pembuangan Akhir
TRIBUNNEWS.COM, AIRMADIDI -- Ledakan keras terdengar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Airmadidi Bawah, Kecamatan Airmadidi. Ledakan yang kemudian memicu longsor di timbunan sampah tersebut, hampir memakan korban. Rimah Sahempa (33), seorang pemulung, hampir saja terseret longsoran dan jatuh di jurang sedalam kurang lebih 100 meter.
Menurut Rimah, sebelum kejadian ia berada dijarak sekitar 5 meter dari ledakan. Saat itu hujan deras, dan ia sedang mandi, Rimah memutuskan agak menjauh dari lokasi ia mandi, karena ada bayangan hitam besar. Rima mengaku, bila tidak ada bayangan itu mungkin wanita berkacamata ini terseret longsor karena dekat sekali dengan lokasi ledakan.
“Saya menjauh, tiba-tiba tanah bergetar lalu duar….duh ledakan keras sekali seperti letusan gunung,” kata Rimah, Senin (24/5/2010).
Ia menyaksikan langsung peristiwa tersebut, timbunan sampah yang meggunung bergetar, makin besear terangkat lalu tedengar ledakan keras. Menurutnya, sampah di lokasi ledakan terangkat ke atas, lalu meledak dan terlempar sejauh 200 meter.
Walau sudah menjauh, tanah yang ia pijak longsor, kaki kanannya sudah hampir ikut ke bawah namun akhirnya ia bisa langsung mundur. Timbunan sampah sepanjang 8 meter longsor, kini jurang menganga terlihat jelas, sampah yang biasa ia pijak sudah jatuh ke bawah.
“Dahsyat sekali, saya masih trauma, takut sampai sekarang, setelah kejadian hingga jam 12 malam saya tak bisa tidur,” ujarnya.
Senada dengannya, Ishak Sahempa (68), ayah Rimah, yaangsaat itu sedang masuk da berganti baju di gubuk dengan jarak sekitar 15 meter dari lokasi, juga mendengar suara amat keras.
“Suara seperti bom, saya kaget, apalagi setelah mendengar anak saya teriak,” kata Ishak.
Ia mengaku beruntung, kejadian sekitar jam 7 malam, karena, menurutnya, bila itu terjadi sekitar pukul 18.00 Wita, ia dan anaknya bakal menjadi korban.
“Di tempat longsoran, saya dan anak saya biasa, mencari sampah, Tuhan masih saying kami,” katanya.
Sudah ada Pipa Pembuangan Gas
Di lokasi berbeda, Kepala Bidang Anilisis Pencegahan Dampak Lingkungan (Kabid APDL) Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Minut), Danso, mengatakan, ledakan tersebut merupakan gas methan yang terfermentasi dari sampah-sampah organik dan terjebak di dalam.
“Karena tak bisa keluar, akhirnya meledak, padahal kami sudah ada pipa pembuangan gas tersebut, bahkan ada sumur pantau untuk mengecek kualitas air,” ujar Danso.
Ia berharap pemulung yang tinggal di lokasi untuk berhati-hati dan bisa mengantisipasi hal tersebut.
Camat Airmadidi, Tineke Rarung SH, mengaku, setelah mendapat informasi, keesokan hari mengecek ke lokasi kejadian.
“Kami sudah berkoordinasi dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait, seperti BPLH, nanti akan ada eskavator yang akan menanggulangi timbunan sampah,” kata Tineke.(*)