Rusuh Kuantan Singingi
Kapolres Kuansing Merasa Disudutkan
Kapolres K
Menurut Kasenda, permasalahan itu berawal sejak Minggu (9/5/2010) lalu dan saat itu warga bersikap anarkis saat berunjuk rasa, dan menganiaya anggota KUD bernama Juned dan melempari mobil Polres.
Ketika itu warga minta agar pembagian hasil kerjasama warga dengan PT TBS berlangsung transparan. "Bahkan kita juga sudah lakukan mediasi anta PT TBS dengan Pemkab dan DPRD Kuansing, hingga akhirnya pihak PT TBS berencana akan membagikan hasil panen itu Sabtu (12/6/2010) nanti," ucapnya.
Aksi anarkis warga kembali terjadi, saat berlangsung hajatan di rumah Ketua KUD Prima Sehati, ketika itu warga sempat merusak mobil Kepala Security PT TBS Abu Bakar dan selanjutnya warga bernama M Zen menganiaya Abu Bakar.
"Saat itu Abu Bakar melapor ke polisi, dan M Zen kita panggil sebanyak dua kali tapi panggilan itu tidak diindahkan," ucapnya
Selanjutnya kata Kasenda, sekitar 200 personil Polres Kuansing dan Brimob Polda Riau dengan senjata lengkap Selasa (8/6/2010) menuju lokasi untuk menangkap M Zen.
"Tapi saat kita tiba dilokasi dan hendak menangkap M Zen tiba-tiba warga emosi dan menyerang petugas dengan parang serta dilempari batu," ujarnya
Petugas yang merasa terancam melakukan tembakan peringatan beberapa kali ke udara, namun tembakan peringatan itu tidak diindahkan. Dan warga terus melawan serta melempari petugas.
Berkat kesigapan anggota tambah Kasenda kerusuhan berhasil diredam dan selanjutnya dilakukan mediasi.
"Saat itu tidak ada yang menyampaikan ada warga tertembak, dan saat semua anggota sudah saya tarik barulah sorenya dapat kabar dua warga tertembak satu tewas dan satu kritis," kata Kasenda
"Jadi belum tentu korban yang tewas itu karena polisi yang menembak. Dan kami sudah mengambil visum kedua korban. Walapun begitu kasus ini masih kami selidiki," ucapnya
Kasenda juga menyampaikan, saat kejadian massa jumlahnya mencapai 500 orang sedangkan polisi hanya sekitar 200 personel yang berasal dari Polres Kuansing dan Brimob Polda Riau.
Dalam insiden itu kata Kasenda satu anggotanya mengalami luka parah karena kena sabetan parang warga. lalu beberapa anggota mengalami luka lebam di bagian kepala kena lempar batu.
"Selain itu satu unit mobil patroli kami juga dibakar warga," ucapnya (Kuansing), Provinsi Riau.
Lebih jauh Kasenda menambahkan, saat ini pihaknya telah mengamankan 11 orang warga yang diduga provokator. "Tapi sejauh ini belum ada yang kita tetapkan sebagai tersangka," ujarnya (rsy)