Rusuh Kuantan Singingi
Walhi Minta Kapolres Kuansing dicopot
Te
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terbunuhnya dua orang petani dalam bentrokan di Kuantan-Singgigi (Kuansig), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) meminta Kapolres Kuansig, AKBP R.A Kasenda dicopot dari jabatannya. Hal tersebut dikarenakan Kapolres dianggap telah lalai dalam mengayomi masyarakat.
"Kami meminta Kapolri dengan atas nama kemanusiaan agar mencopot kapolres Kuantan-Senggigi dari jabatannya, selaku pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini," tutur Deputi Walhi, Erwin Usman, Rabu (9/6/2010).
Tahun ini di Sumatera sudah ada empat orang petani Kelapa Sawit yang tewas. Dua dari Riau, dan dua dari Lampung Barat, serta dua puluh tujuh yang hingga kini masih ditahan.
Kapolres Kuansing, AKBP R.A Kasenda mengatakan pihaknya merasa disudutkan terkait insiden berdarah yang menyebabkan jatuh korban jiwa pada insiden tersebut.
Menurut Kasenda, sejak Minggu (9/5/2010) lalu warga sudah bersikap anarkis. Kemarin pagi, ketika akan dilakukan penangkapan terhadap salah seorang pelaku kekerasan, tiba-tiba warga emosi dan menyerang petugas dengan parang serta dilempari batu.
Petugas yang merasa terancam melakukan tembakan peringatan beberapa kali ke udara, namun tembakan peringatan itu tidak diindahkan. Dan warga terus melawan serta melempari petugas.
Berkat kesigapan anggota tambah Kasenda kerusuhan berhasil diredam dan selanjutnya dilakukan mediasi.
"Jadi belum tentu korban yang tewas itu karena polisi yang menembak. Dan kami sudah mengambil visum kedua korban. Walapun begitu kasus ini masih kami selidiki," ucapnya
Lebih jauh Kasenda menambahkan, saat ini pihaknya telah mengamankan 11 orang warga yang diduga provokator, walaupun belum ada satupun yang berstatus tersangka. (Tribunnews/Nurmulia Rekso P).