Rabu, 10 Juni 2026

Bocah Tewas Tercebur di Irigasi

Seorang bocah tewas setelah becak yang ditumpanginya tercebur ke saluran irigasi di desa tersebut,

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Serambi Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN - Seorang bocah, penduduk Desa Matang Sagoe, Peusangan, Bireuen, tewas setelah becak yang ditumpanginya tercebur ke saluran irigasi di desa tersebut, Selasa (29/6/2010) sekitar pukul 17.00 WIB. Sedangkan seorang temannya kritis, tiga orang lainnya, berasal dari desa yang sama, terhindar dari maut.  

Korban yang meninggal bernama Hendrik alias Muslim (9), murid kelas 3 SDN 8 Peusangan. Ia anak pasangan Asdeirin dan Roslina, warga Matang Sagoe, Peusangan. Sementara korban yang kritis bernama Rahmi (10). Korban lainnya yang selamat adalah Haikal (10), Khalis (12), dan Zulham (12), ketiganya murid SD di Kecamatan Peusangan.

Informasi yang dihimpun Serambi, korban yang meninggal langsung dikebumikan di pemakaman keluarga, kompleks rumah duka. Sedangkan korban yang kritis, awalnya sempat dirawat di Puskesmas Peusangan, namun tadi malam langsung diboyong ke UGD RSUD dr Fauzaiah Bireuen, karena mengalami muntah-muntah. Ia diduga terminum banyak air irigasi.

Sedangkan tiga teman korban yang selamat, dilaporkan satu di antaranya, yaitu Zulham, abang kandung Rahmi, hingga pukul 20.00 WIB tadi malam, tampak menemani adiknya bersama ayahnya, Sudirman dan ibunya, Yusnidar di rumah sakit pemerintah tersebut. Sementara dua bocah lainnya yang selamat dikabarkan telah bergabung bersama keluarganya.

Pejabat Sementara (Pjs) Keuchik Matang Sagoe, Bukhari SKM yang ditemui Serambi di rumah duka tadi malam mengatakan, saat kejadian, kelima bocah itu sedang menumpangi becak milik warga setempat yang dikendarai Haikal. Mereka melintas di jalan pinggiran irigasi dan terpeleset ke irigasi tersebut yang kebutulan berarus deras. Korban baru ditemukan 30 menit setelah kejadian, 40 meter dari tempatnya terpeleset.

"Saat itu kami sedang melintasi jalan irigasi dengan becak barang. Karena terpeleset, becak kami jatuh dan terseret air irigasi. Muslim langsung terbawa arus, sehingga kami panik, lalu berteriak meminta tolong pada warga sekitar. Sementara Rahmi, adik saya, sempat jatuh ke irigasi, tapi berhasil saya tarik. Ia kemudian dilarikan warga ke Puskesmas Peusangan dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit dr Fauzaih," kata Zulham.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved