Gerilyawan Lukai Empat Tentara Turki
Empat prajurit Turki, Rabu (30/6/2010), luka-luka dalam sebuah ledakan di Provinsi Van
Dalam insiden terpisah, pasukan keamanan menewaskan dua anggota kelompok gerilyawan sayap kiri dalam sebuah bentrokan di provinsi Tunceli, menurut sumber di pasukan keamanan yang tidak mau disebutkan namanya.
Dua orang prajurit yang terluka sedang melakukan patroli dengan jalan kaki di provinsi Van ketika anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) meledakkan sebuah bom dengan pengendali jarak jauh, kata sumber itu.
Seorang juru bicara PKK melalui telepon di utara Irak menyatakan tidak memiliki informasi mengenai serangan itu.
PKK telah meningkatkan serangan dengan target militer Turki pekan ini setelah mundur dari gencatan senjata jangka panjang. Dua puluh dua prajurit telah tewas dalam serangan Juni, menurut laporan media.
Aksi kekerasan tradisional meningkat di wilayah Turki bagian tenggara yang mayoritas Kurdi, dan berbatasan dengan Irak. Pada musim semi dan panas ketika cuaca menghangat, para prajurit PKK dapat bergerak lebih mudah ke seluruh penjuru kawasan pegunungan itu.
PKK, sekarang secara luas bermarkas di Irak bagian utara, mengangkat senjata melawan Turki pada 1984 dalam upaya membentuk sebuah negara Kurdi. Perang itu mengakibatkan tewasnya lebih dari 40 ribu orang, sebagian besar etnis Kurdis.
Kelompok itu sekarang mengatakan bahwa perjuangannya adalah untuk kepentingan politik yang lebih besar dari etnis Kurdi, yang merupakan 15 persen dari populasi Turki yang berjumlah 72 juta orang.
Di tengah-tengah meningkatnya serangan, tim komando khusus Turki telah mengejar para gerilyawan PKK ke Irak bagian utara dan sekarang berkemah di kawasan yang diperkirakan digunakan oleh para gerilyawan, menurut pejabat keamanan.
Dalam bentrokan di Tunceli, para prajurit menewaskan dua anggota Partai Komunis Maois (MKP), salah satunya adalah seorang perempuan, menurut sumber.
MKP adalah kelompok bersenjata sayap kiri di bagian pedalaman di tenggara Kurdi yang tidak memiliki kaitan langsung dengan PKK. MKP secara luas telah tidak aktif sejak sebagian besar pemimpinnya dibunuh oleh militer pada 2005.(*)