Rabu, 10 Juni 2026

Petani Tewas Diinjak Gajah

Amuk gajah di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, berbuah maut. Seorang petani dari Desa Suka Jadi, Nurdin HP (45), tewas diinjak

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Serambi Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, LHOKSUKON - Amuk gajah di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, berbuah maut. Seorang petani dari Desa Suka Jadi, Nurdin HP (45), tewas diinjak satwa berbelalai itu, Selasa (29/6/2010) pukul 13.30 WIB. Sedangkan di Kecamatan Geumpang, Pidie, kawanan gajah yang mengganas menyebabkan 35 hektare (ha) tanaman di kebun dan sawah warga porak-poranda.

Saat Nurdin HP diinjak gajah, warga Dusun Abeung-Abeung, Desa Suka Jadi, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara itu sedang tidak sendirian. Di dekatnya ada Rusdi dan Syafii. Tapi kedua temannya itu lolos dari cengkeraman maut, karena sigap dan cepat melarikan diri.Namun, dari jarak belasan meter Rusdi dan Syafiie menjadi saksi saat seekor gajah dewasa mengeksekusi mati teman mereka, Nurdin. Peristiwa memilukan itu terjadi di dalam hutan, sekitar 1,5 kilometer (km) dari rumah korban. Atau sekitar 10 km arah selatan ibu kota Kecamatan Cot Girek dan 60 km bagian timur Kota Lhokseumawe.

Saat dievakuasi pada pukul 14.30 WIB kemarin, tubuh korban dalam kondisi mengenaskan. Bola matanya pecah, tulang tangannya patah, dan dadanya remuk.  Hasbullah HP (42), adik kandung korban yang juga perangkat Gampong Suka Jadi mengatakan, abangnya itu pada Selasa pukul 11.00 WIB, bersama dua temannya (Rusli dan Syafii) sepakat pergi ke kebun. Hal seperti ini sering mereka lakukan sebagai petani kelapa sawit.

Mengutip keterangan Rusdi dan Syafii, Hasbullah bercerita bahwa sesampai di kebun sawit, ketiganya memergoki seekor gajah bongsor sedang memangsa pohon sawit muda. Agar tidak lebih banyak lagi pohon sawit yang jadi korban, tiga sekawan itu berupaya menghalau gajah ke arah hutan. Caranya, mereka bersorak-sorai sembari meminta hewan jumbo itu meninggalkan kebun warga dan jangan lagi mengganggu.

Namun, perkiraan mereka meleset. Begitu mendengar suara Nurdin, gajah tunggal itu bukannya menjauh masuk hutan, tapi justru mengejar Nurdin dan kedua kawannya. Mereka lari terbirit-birit. Tapi bagaimanapun, kemampuan manusia berlari ada batasnya. Nurdin ternyata tak sanggup lagi bangkit, apalagi lari, karena kakinya tersandung kayu dan ia terjatuh.

Momentum itu tidak disia-siakan gajah tersebut. Ia mulai fokus hanya mengejar Nurdin. Hanya dalam hitungan detik, Nurdin sudah dia belit dengan belalainya. Tubuh Nurdin kemudian diempaskan sang gajah ke tanah, lalu dia injak.  

Injakan perdana sempat disaksikan kedua rekannya. Tapi untuk membantu, mereka tak punya keberanian lebih. Ketika kaki gajah mendarat lebih sering di tubuh ringkih Nurdin, kedua teman seperjalanannya itu pun melarikan diri. Mereka menjauh dan makin menjauh dari gajah yang sedang mengeksekusi Nurdin.

"Begitu berhasil mencapai perkampungan penduduk, kabar duka itu pun mereka sampaikan. Lalu kami sekeluarga bersama masyarakat desa menyusul ke lokasi kejadian. Saat itu kami dapati Bang Nurdin tak lagi bernyawa, sedangkan gajah tersebut sudah pergi," ungkap adik kandungnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved