TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Ani Yudhoyono : Alokasi Dana Pendidikan 20 Persen dari APBN
Tribunnews.com - Rabu, 7 Juli 2010 11:40 WIB

TRIBUNNEWS/FX ISMANTO
Ani Yudhoyono
"Sebagai mitra pemerintah Solidaritas kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) mempunyai sasaran yakni, mencerdaskan masyarakat indonesia dengan program Indonesia pintar dengan moto, Gemar Membaca meraih Cita-cita,"
Ani Bambang Yudhoyono
Berita Lainnya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ibu Ani Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kunci mengenai Program Indonesia Pintar dalam Sidang Umum Forum Parlemen Asia-Pasifik untuk Pendidikan di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (7/7/2010).
Presentasi Ibu Negara dalam FASPPED itu bertema "Program Indonesia Pintar dalam Mencapai Tujuan Pendidikan Untuk Semua". Kita ketahu, Ibu negara Ani Yudhoyono selama ini memang aktif mengembangkan Program Indonesia Pintar bersama dengan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) untuk menjangkau anak-anak yang tidak seberuntung rekan-rekannya yang di perkotaan.
Dalam Program Indonesia Pintar Ibu Ani dan SIKIB memiliki sejumlah sarana yang disebut sebagai mobil pintar, motor pintar, rumah pintar dan kapal pintar yang dilengkapi dengan buku bacaan dan komputer.
Ani menerangkan bahwa komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberian akses, Education for All telah dilakukan secara terprogram hingga sekarang. "Salah satu indikator ketercapaiannya dapat dilihat dari alokasi anggaran pendidikan yang terus meningkat," ujarnya..
Menurut Ani, dalam operasional di lapangan, prinsip education for all tercermin melalui program pendidikan 3M yakni, mutu, murah, adil dan merata.
"Saya rasa ini sesuai dengan UNESCO yang berkomitmen memperluas akses pembelajaran dan pemberian akses pendidikan kepada seluruh anak di dunia untuk memerangi buta huruf di akhir dekade ini," ujarnya.
Apalagi anggara pendidikan pada tahun 2009 mencapai 20 % dari APB yang nilainya mencapai 207,4 Triliun jauh lebih besar ketimbang tahun 2002 yang hanya 3,8 dari APBN.
Guna mensejahterakan rakyat terutama untuk kaum perempuan dan anak, AMI menyampaikan beberapa hal menyangkut kewajiban pemerintah yakni, mengenai perlindungan serta peningkatan pendidikan dan pemberdayaan. dengan tiga program tersebut nantinya akan dilaksanakan oleh pemerintah dengan bantuan masyarakat termasuk organisasi masyarakat dan LSM.
"Sebagai mitra pemerintah Solidaritas kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) mempunyai sasaran yakni, mencerdaskan masyarakat indonesia dengan program Indonesia pintar dengan moto, gemar membaca meraih cita-cita," tukasnya.
Sejauh ini lanjut Ani, SIKIB yang ia bentuk telah membuat program Indonesia pinter dengan misi utama untuk memberantas buta huruf, kebodohan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat.
DPR menjadi tuan rumah penyelenggaraan sidang umum Forum Parlemen Asia-Pasifik untuk Pendidikan (Faspped) yang diikuti oleh kalangan parlemen dari sedikitnya 27 negara di kawasan Asia dan Pasifik.
Faspped terbentuk sebagai tindak lanjut konferensi parlemen se-Asia-Pasifik untuk pendidikan yang pernah diselenggarakan di Jakarta pada Oktober 2008 lalu. Forum tersebut menjadi salah satu forum merumuskan kesepakatan bersama untuk mencapai EFA (education for all) pada 2015.
Forum itu juga menjadi sarana berbagi, bertukar pikiran dan memperkaya proses dalam penentuan kebijakan untuk pendidikan di masing-masing negara. (*)
Presentasi Ibu Negara dalam FASPPED itu bertema "Program Indonesia Pintar dalam Mencapai Tujuan Pendidikan Untuk Semua". Kita ketahu, Ibu negara Ani Yudhoyono selama ini memang aktif mengembangkan Program Indonesia Pintar bersama dengan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) untuk menjangkau anak-anak yang tidak seberuntung rekan-rekannya yang di perkotaan.
Dalam Program Indonesia Pintar Ibu Ani dan SIKIB memiliki sejumlah sarana yang disebut sebagai mobil pintar, motor pintar, rumah pintar dan kapal pintar yang dilengkapi dengan buku bacaan dan komputer.
Ani menerangkan bahwa komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberian akses, Education for All telah dilakukan secara terprogram hingga sekarang. "Salah satu indikator ketercapaiannya dapat dilihat dari alokasi anggaran pendidikan yang terus meningkat," ujarnya..
Menurut Ani, dalam operasional di lapangan, prinsip education for all tercermin melalui program pendidikan 3M yakni, mutu, murah, adil dan merata.
"Saya rasa ini sesuai dengan UNESCO yang berkomitmen memperluas akses pembelajaran dan pemberian akses pendidikan kepada seluruh anak di dunia untuk memerangi buta huruf di akhir dekade ini," ujarnya.
Apalagi anggara pendidikan pada tahun 2009 mencapai 20 % dari APB yang nilainya mencapai 207,4 Triliun jauh lebih besar ketimbang tahun 2002 yang hanya 3,8 dari APBN.
Guna mensejahterakan rakyat terutama untuk kaum perempuan dan anak, AMI menyampaikan beberapa hal menyangkut kewajiban pemerintah yakni, mengenai perlindungan serta peningkatan pendidikan dan pemberdayaan. dengan tiga program tersebut nantinya akan dilaksanakan oleh pemerintah dengan bantuan masyarakat termasuk organisasi masyarakat dan LSM.
"Sebagai mitra pemerintah Solidaritas kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) mempunyai sasaran yakni, mencerdaskan masyarakat indonesia dengan program Indonesia pintar dengan moto, gemar membaca meraih cita-cita," tukasnya.
Sejauh ini lanjut Ani, SIKIB yang ia bentuk telah membuat program Indonesia pinter dengan misi utama untuk memberantas buta huruf, kebodohan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat.
DPR menjadi tuan rumah penyelenggaraan sidang umum Forum Parlemen Asia-Pasifik untuk Pendidikan (Faspped) yang diikuti oleh kalangan parlemen dari sedikitnya 27 negara di kawasan Asia dan Pasifik.
Faspped terbentuk sebagai tindak lanjut konferensi parlemen se-Asia-Pasifik untuk pendidikan yang pernah diselenggarakan di Jakarta pada Oktober 2008 lalu. Forum tersebut menjadi salah satu forum merumuskan kesepakatan bersama untuk mencapai EFA (education for all) pada 2015.
Forum itu juga menjadi sarana berbagi, bertukar pikiran dan memperkaya proses dalam penentuan kebijakan untuk pendidikan di masing-masing negara. (*)
Editor: Tjatur Wisanggeni
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Penumpang Asal Inggris Terjatuh dari Kapal Pesiar…
- Donny Leimena Pertanyakan Status Ayah Kandung Astrid…
- Din Syamsudin: Agama Harus Jadi Pemecah Konflik
- Lima Elemen dalam Bank Mandiri Feng Shui Card
- Setahun Adjie Massaid Meninggal, Zahwa Curhat
- Perencanaan Investasi Masyarakat Masih Minim
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
