TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Penganiayaan Tama Upaya Membungkam Aktivis Antikorupsi
Tribunnews.com - Kamis, 8 Juli 2010 15:01 WIB

TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Sekjen Transparansi Internasional Indonesia, Teten Masduki (kanan) berpose di depan mural yang dipamerkan dalam acara yang bertema Seni Untuk Antikorupsi di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (18/12/2009).
"Ini salah satu eskalasi upaya membungkan aktivis antikorupsi. Dari indikasi proses kekerasan, saya simpulkan ini teror fisik untuk membangun rasa takut,"
Teten Masduki
Berita Terkait: Penganiayaan Aktivis ICW
TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Direktur Transparansi Internasional Inova (TII), Teten
Masduki menganggap kejadian yang dialami oleh Tama Satya Langkun
merupakan langkah untuk membungkam aktivis antikorupsi.
"Ini salah satu eskalasi upaya membungkan aktivis antikorupsi. Dari indikasi proses kekerasan, saya simpulkan ini teror fisik untuk membangun rasa takut," kata Teten di kantor ICW, Kamis (8/7/2010).
Kejadian penganiayaan ini diyakini dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa terganggu dengan aktivitas ICW selama ini. Sehingga dengan gampangnya melakukan serangkaian intimidasi terhadap para aktivis antikorupsi.
"Kita tidak takut,kita akan terus bongkar,lawan,dan memperkuat gerakan antikorupsi," imbuhnya.
Senada dengan Danang Widoyoko. Sebagai koordinator ICW, ia sangat mengecam keras tindak kekerasan ini. Menurutnya tindakan tersebut adalah bentuk lemahnya sistem perlindungan dan jaminan rasa aman dari pemerintah terhadap masyarakat.
"Baru kali ini mengalami penganiyaan fisik secara langsung. Kami mengecam keras. Ini adalah bentuk lemahnya pelindungaan pemerintah dan membangun ketakutan antikorupsi," tandasnya.
"Ini salah satu eskalasi upaya membungkan aktivis antikorupsi. Dari indikasi proses kekerasan, saya simpulkan ini teror fisik untuk membangun rasa takut," kata Teten di kantor ICW, Kamis (8/7/2010).
Kejadian penganiayaan ini diyakini dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa terganggu dengan aktivitas ICW selama ini. Sehingga dengan gampangnya melakukan serangkaian intimidasi terhadap para aktivis antikorupsi.
"Kita tidak takut,kita akan terus bongkar,lawan,dan memperkuat gerakan antikorupsi," imbuhnya.
Senada dengan Danang Widoyoko. Sebagai koordinator ICW, ia sangat mengecam keras tindak kekerasan ini. Menurutnya tindakan tersebut adalah bentuk lemahnya sistem perlindungan dan jaminan rasa aman dari pemerintah terhadap masyarakat.
"Baru kali ini mengalami penganiyaan fisik secara langsung. Kami mengecam keras. Ini adalah bentuk lemahnya pelindungaan pemerintah dan membangun ketakutan antikorupsi," tandasnya.
Penulis: Iwan Taunuzi | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
- Angelina: Saya Bawa Anak-anak Biar Kuat
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
- Warga Tanralili Rayakan Maulid Bersama Bupati
- Dzikir Akbar Usai Sebagian Jalan di Jakpus Macet
- 17 Universitas di Sulawesi Terancam Jadi Sekolah Tinggi
- Bangunan Medali Beijing Sebabkan kekhawatiran di Cina
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
