Minggu, 5 Februari 2012
Tribunnews.com

Penganiayaan Tama Upaya Membungkam Aktivis Antikorupsi

Tribunnews.com - Kamis, 8 Juli 2010 15:01 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Penganiayaan Tama Upaya Membungkam Aktivis Antikorupsi
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Sekjen Transparansi Internasional Indonesia, Teten Masduki (kanan) berpose di depan mural yang dipamerkan dalam acara yang bertema Seni Untuk Antikorupsi di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (18/12/2009).
"Ini salah satu eskalasi upaya membungkan aktivis antikorupsi. Dari indikasi proses kekerasan, saya simpulkan ini teror fisik untuk membangun rasa takut,"
Teten Masduki
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Transparansi Internasional Inova (TII), Teten Masduki menganggap kejadian yang dialami oleh Tama Satya Langkun merupakan langkah untuk membungkam aktivis antikorupsi.

"Ini salah satu eskalasi upaya membungkan aktivis antikorupsi. Dari indikasi proses kekerasan, saya simpulkan ini teror fisik untuk membangun rasa takut," kata Teten di kantor ICW, Kamis (8/7/2010).

Kejadian penganiayaan ini diyakini dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa terganggu dengan aktivitas ICW selama ini. Sehingga dengan gampangnya melakukan serangkaian intimidasi terhadap para aktivis antikorupsi.

"Kita tidak takut,kita akan terus bongkar,lawan,dan memperkuat gerakan antikorupsi," imbuhnya.

Senada dengan Danang Widoyoko. Sebagai koordinator ICW, ia sangat mengecam keras tindak kekerasan ini. Menurutnya tindakan tersebut adalah bentuk lemahnya sistem perlindungan dan jaminan rasa aman dari pemerintah terhadap masyarakat.

"Baru kali ini mengalami penganiyaan fisik secara langsung. Kami mengecam keras. Ini adalah bentuk lemahnya pelindungaan pemerintah dan membangun ketakutan antikorupsi," tandasnya.

Penulis: Iwan Taunuzi  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup