TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Pengeroyokan Dilakukan untuk Mencemarkan Nama Baik Polri
Tribunnews.com - Kamis, 8 Juli 2010 16:53 WIB

Tribunnews.com/Iwantaunuzi
Aktivis ICW Tama S Langkun, saat dirawat di RS Asri Duren Tiga Jakarta, Kamis (8/7/2010).
"Dia memanfaatkan momen, situasi dan kemungkinan seperti itu sangat besar,"
Kombes Pol Boy Rafli Amar
Berita Terkait: Penganiayaan Aktivis ICW
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala
Bidang Humas Polda Metro Jaya,
Komisaris Besar Pol Boy Rafli Amar mengutarakan besar kemungkinan
peristiwa pengeroyokan terhadap aktivis ICW, Tama S Langkun dilakukan
oleh pihak-pihak yang ingin mencemarkan nama baik Polri.
"Sangat dimungkinkan," ujarnya di kawasan pegudangan Kosambi, Tanggerang, Kamis (08/07/2010).
Terkait dugaan bahwa pelaku adalah anggota kepolisian. Boy dengan tegas membantahnya. Menurutnya kejadian ini seperti banyak kasus pemerasan di jalanan yang menggunakan kostum polisi.
"Dia memanfaatkan momen, situasi dan kemungkinan seperti itu sangat besar," katanya.
Ketika ditanyakan apakah peristiwa ini terkait dengan aktivitas korban yang melaporkan "Rekening Gendut Pati" kepada Satgas Anti Mafia Hukum?
"Menurut keyakinan saya, tidak ada kaitannya dengan itu (laporan ICW)," tukasnya.
"Sangat dimungkinkan," ujarnya di kawasan pegudangan Kosambi, Tanggerang, Kamis (08/07/2010).
Terkait dugaan bahwa pelaku adalah anggota kepolisian. Boy dengan tegas membantahnya. Menurutnya kejadian ini seperti banyak kasus pemerasan di jalanan yang menggunakan kostum polisi.
"Dia memanfaatkan momen, situasi dan kemungkinan seperti itu sangat besar," katanya.
Ketika ditanyakan apakah peristiwa ini terkait dengan aktivitas korban yang melaporkan "Rekening Gendut Pati" kepada Satgas Anti Mafia Hukum?
"Menurut keyakinan saya, tidak ada kaitannya dengan itu (laporan ICW)," tukasnya.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Din Syamsudin: Agama Harus Jadi Pemecah Konflik
- Lima Elemen dalam Bank Mandiri Feng Shui Card
- Setahun Adjie Massaid Meninggal, Zahwa Curhat
- Perencanaan Investasi Masyarakat Masih Minim
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
- Angelina: Saya Bawa Anak-anak Biar Kuat
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
