TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
SBY Sudah Intruksikan Kapolri Lakukan Investigasi
Tribunnews.com - Sabtu, 10 Juli 2010 14:58 WIB

Herudin/Tribunnews.com
Presiden SBY menjenguk Tama S Langkun
"Saya sudah mengintruksikan Kapolri pada sidang kabinet Paripurna Kamis tanggal 8 Juli 2010 untuk melakukan investigasi kasus kekerasan yang menimpa Bung Tama,"
Presiden SBY
Berita Terkait: Penganiayaan Aktivis ICW
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan empat poin dalam
suratnya untuk aktivis ICW yang menjadi korban kekerasan pada Kamis dini
hari lalu.
Dalam surat SBY tersebut pada poin ke tiga menjelaskan bahwa dirinya sudah memerintahkan Kapolri Bambang HD untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa penyerangan Tama S Langkun.
"Saya sudah mengintruksikan Kapolri pada sidang kabinet Paripurna Kamis tanggal 8 Juli 2010 untuk melakukan investigasi kasus kekerasan yang menimpa Bung Tama," kata SBY dalam suratnya yang dibacakan Tama di Rumah Sakit Asri, Jakarta Selatan, Sabtu (10/7/2010).
SBY tidak ingin bila semua pihak menjadi teradu domba dengan adanya peristiwa pemukulan terhadap aktivis ICW ini.
"Semua pihak memiliki peran dan tugas yang penting. Polri penting, KPK penting, Kejaksaan penting, pers penting, ICW penting, dan semua lembaga serta lembaga pemerintah," ungkap SBY.
SBY menghimbau kepada semua pihak tidak boleh saling berbenturan, justru harus saling bersinergi dan saling menguatkan.
"Mari kita semua terus berjuang untuk menegakkan sistem yang bersih dan terus mencegah dan memberantas korupsi di negeri ini," katanya.
Dalam surat SBY tersebut pada poin ke tiga menjelaskan bahwa dirinya sudah memerintahkan Kapolri Bambang HD untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa penyerangan Tama S Langkun.
"Saya sudah mengintruksikan Kapolri pada sidang kabinet Paripurna Kamis tanggal 8 Juli 2010 untuk melakukan investigasi kasus kekerasan yang menimpa Bung Tama," kata SBY dalam suratnya yang dibacakan Tama di Rumah Sakit Asri, Jakarta Selatan, Sabtu (10/7/2010).
SBY tidak ingin bila semua pihak menjadi teradu domba dengan adanya peristiwa pemukulan terhadap aktivis ICW ini.
"Semua pihak memiliki peran dan tugas yang penting. Polri penting, KPK penting, Kejaksaan penting, pers penting, ICW penting, dan semua lembaga serta lembaga pemerintah," ungkap SBY.
SBY menghimbau kepada semua pihak tidak boleh saling berbenturan, justru harus saling bersinergi dan saling menguatkan.
"Mari kita semua terus berjuang untuk menegakkan sistem yang bersih dan terus mencegah dan memberantas korupsi di negeri ini," katanya.
Penulis: Adi Suhendi | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
- Angelina: Saya Bawa Anak-anak Biar Kuat
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
- Warga Tanralili Rayakan Maulid Bersama Bupati
- Dzikir Akbar Usai Sebagian Jalan di Jakpus Macet
- 17 Universitas di Sulawesi Terancam Jadi Sekolah Tinggi
- Bangunan Medali Beijing Sebabkan kekhawatiran di Cina
- Dua Pemain Anyar Juve Langsung Masuk Skuad Hadapi…
- Anggota Armed Boyong Hadiah Utama Jalan Santai
- Ini Kekayaan Angelina Sondakh
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
