TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Danang Widoyoko: Polisi Ingin Jalin Hubungan dengan ICW
Tribunnews.com - Rabu, 21 Juli 2010 15:15 WIB

TRIBUNNEWS.COM/NURMULIA REKSO
Aktivis ICW Tama S Langkun di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (19/7/2010).
"AKBP 'S' mengatakan ingin menjalin hubungan baik dengan ICW. Seharusnya ngomongnya kepada yang sudah dikenal seperti saya, Febri atau Emerson. Tama kan baru di ICW. Ini kan tidak masuk akal,"
Danang Widoyoko
Berita Terkait: Penganiayaan Aktivis ICW
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kekerasan Sistematis yang ditemukan dari
hasil investigasi semakin menegaskan bahwa Tama S Langkun yang
merupakan aktor kunci dari investigasi rekening gendut perwira tinggi
polisi adalah target utama dalam kekerasan ini. Pasalnya, ada hal
diluar logika yang dilakukan oleh oknum kepolisian saat berkunjung
secara personal dengan Tama.
"AKBP 'S' mengatakan ingin menjalin hubungan baik dengan ICW. Seharusnya ngomongnya kepada yang sudah dikenal seperti saya, Febri atau Emerson. Tama kan baru di ICW. Ini kan tidak masuk akal," ujar koordinator ICW, Danang Widoyoko saat jumpa pers di kantor Kontras, Rabu (21/7/2010).
Bahkan, oknum kepolisian tersebut mengetahui teman-teman Tama bahkan tempat Tama saat kuliah.
Sementara, ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Nur kholis, menambahkan bahwasanya hal tersebut adalah suatu rangkaian yang cukup panjang.
"Kami anggap adanya langkah sistematis terhadap kekerasan Tama," ujar Nur Kholis.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan tetap terus memantau perkembangan proses hukum yang akan dijalani Tama S Langkun.
"LBH akan terus mendampingi proses hukum Tama," janjinya.
"AKBP 'S' mengatakan ingin menjalin hubungan baik dengan ICW. Seharusnya ngomongnya kepada yang sudah dikenal seperti saya, Febri atau Emerson. Tama kan baru di ICW. Ini kan tidak masuk akal," ujar koordinator ICW, Danang Widoyoko saat jumpa pers di kantor Kontras, Rabu (21/7/2010).
Bahkan, oknum kepolisian tersebut mengetahui teman-teman Tama bahkan tempat Tama saat kuliah.
Sementara, ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Nur kholis, menambahkan bahwasanya hal tersebut adalah suatu rangkaian yang cukup panjang.
"Kami anggap adanya langkah sistematis terhadap kekerasan Tama," ujar Nur Kholis.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan tetap terus memantau perkembangan proses hukum yang akan dijalani Tama S Langkun.
"LBH akan terus mendampingi proses hukum Tama," janjinya.
Penulis: Iwan Taunuzi | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Din Syamsudin: Agama Harus Jadi Pemecah Konflik
- Lima Elemen dalam Bank Mandiri Feng Shui Card
- Setahun Adjie Massaid Meninggal, Zahwa Curhat
- Perencanaan Investasi Masyarakat Masih Minim
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
- Angelina: Saya Bawa Anak-anak Biar Kuat
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
