TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Anggaran Reses DPR Rp 404 Miliar hanya Hamburkan Uang Negara
Tribunnews.com - Kamis, 22 Juli 2010 09:07 WIB

TRIBUNNEWS.COM/dany permana
Ilustrasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggaran Reses DPR sebesar Rp 404 Milyar menurut Seknas FITRA hanya untuk menghamburkan Uang negara. Dalam siaran persnya, Kamis (22/7/2010), Seknas FITRA menghimbau kepada anggota dewan agar mengalokasikan saja uang sebesar itu untuk kebutuhan langsung rakyat miskin di Indoensia.
Anggota DPR mempunyai kunjungan kerja ke dapil (daerah pemilihan) masing-masing seperti kunjugan kerja masa reses sebanyak 4 kali setahun, kunjungan kerja sesuai tatib 4 kali setahun, dan kunjungan kerja perorangan satu kali setahun.
FITRA merinci, secara keseluruhaan anggaran anggota DPR yang akan melaksanakan kunjungan
kerja ke dapil masing-masing sebanyak Rp 404 milyar. Dan, Rp 404 milyar itu akan digunakan untuk, dalam rangka penyerapan Aspirasi sebesar Rp.230 milyar; kunjungan kerja masa reses sebanyak 4 kali setahun dengan anggaran sebesar Rp125 milyar; kunjungan kerja sesuai tatib 4 kali setahun sebesar Rp 33 milyar, kunjungan kerja perorangan satu kali setahun sebesar Rp13 milyar.
Anggaran untuk komunikasi Intensip dalam rangka penyerapan Aspirasi sebesar Rp.230 milyar adalah bagian besar tambahaan anggaran untuk kunjungan kerja masa reses. Jadi, kalau 230 milyar dibagi 560 anggota DPR, maka setiap anggota DPR akan menerima uang komunikasi intensip yang notabenenya masuk ke kantor pribadi anggota DPR sebesar Rp 412 juta perorang dalam satu tahun. Dan kalau ada 4 kali reses ke dapil masing-masing, maka anggota DPR akan menerima uang komunikasi setiap reses adalah sebanyak Rp 103 juga perorang.
Padahal anggota DPR, telah menerima uang komunikasi intensip juga untuk setiap bulan sebesar Rp 94 milyar. Jadi, setiap bulan, untuk satu anggota DPR menerima uang komunikasi intensip sebesar Rp14 juta perbulan, dan Rp168 juta pertahun untuk satu anggota DPR.
Seknas FITRA meminta anggota DPR untuk memberikan saja anggaran komunikasi intensip sebesar Rp 230 milyar kepada orang-orang miskin. Oleh karena, anggaran komunikasi
intensip anggota DPR mengandung double anggaran.
Sudah cukup apabila anggaran komunikasi intensip yang pertahun sebesar Rp.94 milyar untuk anggota DPR baik untuk dipakai untuk setiap bulan, dan bisa dipergunakan untuk masa reses selama 4 kali reses ke dapil masing-masing. Dan alokasi anggaran sebesar Rp.290 milyar
diberikan saja kepada masyarakat miskin.
Selain itu FITRA juga mengimbau agar anggota DPR, sebaik mengumumkan kepada publik, apa out put anggota DP ketika melakukan Reses.
Anggota DPR mempunyai kunjungan kerja ke dapil (daerah pemilihan) masing-masing seperti kunjugan kerja masa reses sebanyak 4 kali setahun, kunjungan kerja sesuai tatib 4 kali setahun, dan kunjungan kerja perorangan satu kali setahun.
FITRA merinci, secara keseluruhaan anggaran anggota DPR yang akan melaksanakan kunjungan
kerja ke dapil masing-masing sebanyak Rp 404 milyar. Dan, Rp 404 milyar itu akan digunakan untuk, dalam rangka penyerapan Aspirasi sebesar Rp.230 milyar; kunjungan kerja masa reses sebanyak 4 kali setahun dengan anggaran sebesar Rp125 milyar; kunjungan kerja sesuai tatib 4 kali setahun sebesar Rp 33 milyar, kunjungan kerja perorangan satu kali setahun sebesar Rp13 milyar.
Anggaran untuk komunikasi Intensip dalam rangka penyerapan Aspirasi sebesar Rp.230 milyar adalah bagian besar tambahaan anggaran untuk kunjungan kerja masa reses. Jadi, kalau 230 milyar dibagi 560 anggota DPR, maka setiap anggota DPR akan menerima uang komunikasi intensip yang notabenenya masuk ke kantor pribadi anggota DPR sebesar Rp 412 juta perorang dalam satu tahun. Dan kalau ada 4 kali reses ke dapil masing-masing, maka anggota DPR akan menerima uang komunikasi setiap reses adalah sebanyak Rp 103 juga perorang.
Padahal anggota DPR, telah menerima uang komunikasi intensip juga untuk setiap bulan sebesar Rp 94 milyar. Jadi, setiap bulan, untuk satu anggota DPR menerima uang komunikasi intensip sebesar Rp14 juta perbulan, dan Rp168 juta pertahun untuk satu anggota DPR.
Seknas FITRA meminta anggota DPR untuk memberikan saja anggaran komunikasi intensip sebesar Rp 230 milyar kepada orang-orang miskin. Oleh karena, anggaran komunikasi
intensip anggota DPR mengandung double anggaran.
Sudah cukup apabila anggaran komunikasi intensip yang pertahun sebesar Rp.94 milyar untuk anggota DPR baik untuk dipakai untuk setiap bulan, dan bisa dipergunakan untuk masa reses selama 4 kali reses ke dapil masing-masing. Dan alokasi anggaran sebesar Rp.290 milyar
diberikan saja kepada masyarakat miskin.
Selain itu FITRA juga mengimbau agar anggota DPR, sebaik mengumumkan kepada publik, apa out put anggota DP ketika melakukan Reses.
Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Abrasi Mengancam Pantai Matras
- 18 Jam Aliran Listrik di Tamankota II Bermasalah
- Pelita Jaya Vs Persib: Kombinasi Timnas Vs Naturalisasi
- SBY Hadiri Dzikir Akbar di Monas
- Seorang Wanita Gugat Pemilik Kapal Costa Concordia
- Lelaki Bercelurit Rampok Penyadap Karet
- Lamborghini Pancal Ini Berharga Rp 21,8 Juta
- Percantik Diri dengan Totok Wajah
- Ribuan Jamaah Dzikir Akbar di Silang Monas
- Pesta Kuliner Betawi, Belanja Tanpa Uang Asli
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
