TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Minggu Depan Komnas HAM Publikasikan Tim Investigasi Penganiayaan Tama
Tribunnews.com - Jumat, 23 Juli 2010 18:55 WIB

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Tama saat meminta perlindungan LPSK.
Berita Terkait: Penganiayaan Aktivis ICW
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso P
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Ifdhal Kasim, menjanjikan pekan depan mempublikasikan tim independen yang akan menginvestigasi kasus penganiayaan Tama.
Menurut Ifdhal, saat ini ia mengaku, bahwa pihaknya masih memperdebatkan siapa saja yang akan diajak bergabung, serta langkah-langkah kerja dari tim tersebut, walaupun ia sudah sempat menghubungi sejumlah pihak secara nonformal.
"Kita sudah menghubungi LPSK (lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) maupun Indonesian Coruption Watch (ICW), namun siapa saja yang akan ikut belum bisa dipastikan" tutur Ifdhal saat dihubungi wartawan, Jumat (23/07/2010).
Wacana tim independen itu pada awalnya merupakan permintaan dari Koalisi Masyarakat Anti Kekerasan, yang juga berharap Komnas dapat membatasi agar kasus tersebut tidak lari dari konteksnya, yaitu rekening gendut.
Hotma Sitompul usai pemeriksaan Torik pada Rabu lalu (20/07/2010), juga menuturkan bahwa pihaknya menakutkan kasus ini akan lari ke ranah politik.
Pada kesempatan tersebut, Ifdhal juga menjelaskan, bahwa timnya siap menyelidiki insiden tersebut, dari mulai awal penguntitan terhadap aktivis ICW, hingga malam penganiayaan.
Kini, kasus Tama walaupun sudah hampir dua minggu berlalu. Luka Tama sendiri akibat penganiayaan sudah berangsur sembuh, namun belum ada tanda-tanda dari pihak kepolisian bahwa mereka telah berhasil meringkus pelaku.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Ifdhal Kasim, menjanjikan pekan depan mempublikasikan tim independen yang akan menginvestigasi kasus penganiayaan Tama.
Menurut Ifdhal, saat ini ia mengaku, bahwa pihaknya masih memperdebatkan siapa saja yang akan diajak bergabung, serta langkah-langkah kerja dari tim tersebut, walaupun ia sudah sempat menghubungi sejumlah pihak secara nonformal.
"Kita sudah menghubungi LPSK (lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) maupun Indonesian Coruption Watch (ICW), namun siapa saja yang akan ikut belum bisa dipastikan" tutur Ifdhal saat dihubungi wartawan, Jumat (23/07/2010).
Wacana tim independen itu pada awalnya merupakan permintaan dari Koalisi Masyarakat Anti Kekerasan, yang juga berharap Komnas dapat membatasi agar kasus tersebut tidak lari dari konteksnya, yaitu rekening gendut.
Hotma Sitompul usai pemeriksaan Torik pada Rabu lalu (20/07/2010), juga menuturkan bahwa pihaknya menakutkan kasus ini akan lari ke ranah politik.
Pada kesempatan tersebut, Ifdhal juga menjelaskan, bahwa timnya siap menyelidiki insiden tersebut, dari mulai awal penguntitan terhadap aktivis ICW, hingga malam penganiayaan.
Kini, kasus Tama walaupun sudah hampir dua minggu berlalu. Luka Tama sendiri akibat penganiayaan sudah berangsur sembuh, namun belum ada tanda-tanda dari pihak kepolisian bahwa mereka telah berhasil meringkus pelaku.
Editor: Anita K Wardhani
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

