TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Mafia Tambang di Balik Meninggalnya Syaifullah?
Tribunnews.com - Senin, 26 Juli 2010 17:22 WIB

FACEBOOK
Wartawan Kompas almarhum Muhammad Syaifullah
"Kita tunggu hasil otopsi. Kita jangan dulu menduga-duga. Meninggal
itu bisa apa saja kemungkinannya. Kita tunggu saja,"
Kombes Pol Marwoto Soeto
Berita Terkait: Wartawan Kompas Meninggal
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengaku belum dapat memastikan kematian Kepala Biro Kompas Kalimantan M Syaifullah di rumahnya berhubungan dengan pekerjaannya selaku wartawan yang concern mengungkap dan mengawal segala penyimpangan atau ketidakberesan yang terjadi di Kalimantan. Pasalnya, proses otopsi terhadap jenazah hingga kini masih terus berlangsung.
"Kita tunggu hasil otopsi. Kita jangan dulu menduga-duga. Meninggal itu bisa apa saja kemungkinannya. Kita tunggu saja," kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/7/2010).
Marwoto pun mengaku penyidik kepolisian belum menemukan keterkaitan antara kematian Syaifullah dengan sosok mafia tambang di Kalimantan.
"Belum ada petunjuk yang mengarah kesana. Kalau ada ya bisa saja (diusut)," timpalnya.
Marwoto menambahkan, tidak tertutup kemungkinan Syaifullah meninggal karena kekerasan atau bahkan diracun seperti yang diberitakan belakangan.
Sebelumnya diberitakan, Syaifullah ditemukan tergeletak di ruang tamu rumah dinasnya, Kompleks Perumahan Balikpapan Baru, Blok S2 No 07, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar pukul 09.00 Wita.
Diduga Syaifullah yang berusia 43 tahun itu meninggal tak wajar. Pasalnya saat meninggal, mulutnya ditemukan berbusa dan wajahnya lebam-lebam.
"Kita tunggu hasil otopsi. Kita jangan dulu menduga-duga. Meninggal itu bisa apa saja kemungkinannya. Kita tunggu saja," kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/7/2010).
Marwoto pun mengaku penyidik kepolisian belum menemukan keterkaitan antara kematian Syaifullah dengan sosok mafia tambang di Kalimantan.
"Belum ada petunjuk yang mengarah kesana. Kalau ada ya bisa saja (diusut)," timpalnya.
Marwoto menambahkan, tidak tertutup kemungkinan Syaifullah meninggal karena kekerasan atau bahkan diracun seperti yang diberitakan belakangan.
Sebelumnya diberitakan, Syaifullah ditemukan tergeletak di ruang tamu rumah dinasnya, Kompleks Perumahan Balikpapan Baru, Blok S2 No 07, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar pukul 09.00 Wita.
Diduga Syaifullah yang berusia 43 tahun itu meninggal tak wajar. Pasalnya saat meninggal, mulutnya ditemukan berbusa dan wajahnya lebam-lebam.
Penulis: Vanroy Pakpahan | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

