TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Kematian Tidak Wajar M Syaifulah Jadi Rapor Merah SBY
Tribunnews.com - Senin, 26 Juli 2010 18:39 WIB

FACEBOOK
Wartawan Kompas almarhum Muhammad Syaifullah
Berita Terkait: Wartawan Kompas Meninggal
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso P
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Poros Wartawan Jakarta (PWJ), Widi Widodo, menuturkan bahwa kematian tidak wajar wartawan Kompas, M Syaifulah jadi rapor merah bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, pemerintahan sekarang tidak peduli dengan keselamatan "Human Right Defender"
"Kalau memang pemerintah memiliki political will, (pemerintah) harus memerintahkan aparat kepolisian untuk melindungi para Human Right Defender, yang kerap kali bersinggungan dengan kepentingan politik dalan pemberitaannya," tutur Widi.
Lebih jauh ia meminta aparat kepolisian untuk melakukan investigasi penyebab kematian Kepala Biro Kalimantan itu. Menurut Widi, kematian merupakan kematian yang tidak wajar
"Harus ada investigasi terang-terangan dan terbuka, atas insiden tersebut, PWJ juga meminta jaringannya di Kalimantan Timur untuk turut memantau dan investigasi yang dilakukan aparat terkait." katanya
M.Syaifulah ditemukan tak bernyawa dengan kondisi yang mencurigakan, Senin (26/7/2010). Saat ditemukan dia ada di depan TV di depan rumah dinasnya di Balikpapan. Tatkala ditemukan jenazahnya dalam keadaan lebam dan mengeluarkan busa. Kini, kasus itu sedang ditangani oleh pihak kepolisian.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Poros Wartawan Jakarta (PWJ), Widi Widodo, menuturkan bahwa kematian tidak wajar wartawan Kompas, M Syaifulah jadi rapor merah bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, pemerintahan sekarang tidak peduli dengan keselamatan "Human Right Defender"
"Kalau memang pemerintah memiliki political will, (pemerintah) harus memerintahkan aparat kepolisian untuk melindungi para Human Right Defender, yang kerap kali bersinggungan dengan kepentingan politik dalan pemberitaannya," tutur Widi.
Lebih jauh ia meminta aparat kepolisian untuk melakukan investigasi penyebab kematian Kepala Biro Kalimantan itu. Menurut Widi, kematian merupakan kematian yang tidak wajar
"Harus ada investigasi terang-terangan dan terbuka, atas insiden tersebut, PWJ juga meminta jaringannya di Kalimantan Timur untuk turut memantau dan investigasi yang dilakukan aparat terkait." katanya
M.Syaifulah ditemukan tak bernyawa dengan kondisi yang mencurigakan, Senin (26/7/2010). Saat ditemukan dia ada di depan TV di depan rumah dinasnya di Balikpapan. Tatkala ditemukan jenazahnya dalam keadaan lebam dan mengeluarkan busa. Kini, kasus itu sedang ditangani oleh pihak kepolisian.
Editor: Anita K Wardhani
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

