TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Sosok yang Kooperatif dan Akomodatif
Tribunnews.com - Senin, 26 Juli 2010 22:16 WIB

kompas.com
Berita Terkait: Wartawan Kompas Meninggal
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosok Kepala Biro Harian Kompas wilayah Kalimantan, Muhammad Syaifullah, yang meninggal secara tak wajar, Senin (26/7/2010), memiliki kenangan tersendiri bagi Nasrullah Nara.
Nasrullah Nara adalah wartawan sekaligus Kepala Biro Harian Kompas wilayah Sulawesi. Dalam pesan singkat yang dikirim melalui SMS, ia menggambarkan Syaifullah sebagai sosok yang ulet. Berikut petikannya:
"Almarhum Moh Syaifullah adalah adik angkatan saya di Kompas. Saya masuk Kompas tahun 1995, sementara dia masuk sekitar dua tahun kemudian. Saya biasa memanggilnya sebagai Pak Haji, karena memang dia sudah naik haji tahun 2006 lalu.
Namun panggilan "Pak Haji" itu sebetulnya juga bermakna ganda. Maklum, dia menunjukkan pribadi yang dewasa, pekerja ulet, serius, dan pembawaan diri yang tenang, meski usianya relatif lebih muda dari saya. Artinya, sebutan Pak Haji itu benar-benar merefleksi karakternya.
Dia juga sosok yang kooperatif dan akomodatif. Terakhir, sekitar Juni lalu, sewaktu Kompas mengupas tuntas masalah rotan dalam fomat liputan tematik, dia banyak menyumbang bahan. Tentunya bahan dari Kalimantan sangat signifikan dan dibutuhkan karena bicara soal rotan tidak hanya berlokus di Sulawesi tapi juga Kalimantan.
Alhasil, tulisan tentang rotan bisa bertahan di halaman depan Kompas empat hari berturut dari Senin hingga Kamis.
Demikian, salam dari Tual, Maluku.
Nasrullah Nara adalah wartawan sekaligus Kepala Biro Harian Kompas wilayah Sulawesi. Dalam pesan singkat yang dikirim melalui SMS, ia menggambarkan Syaifullah sebagai sosok yang ulet. Berikut petikannya:
"Almarhum Moh Syaifullah adalah adik angkatan saya di Kompas. Saya masuk Kompas tahun 1995, sementara dia masuk sekitar dua tahun kemudian. Saya biasa memanggilnya sebagai Pak Haji, karena memang dia sudah naik haji tahun 2006 lalu.
Namun panggilan "Pak Haji" itu sebetulnya juga bermakna ganda. Maklum, dia menunjukkan pribadi yang dewasa, pekerja ulet, serius, dan pembawaan diri yang tenang, meski usianya relatif lebih muda dari saya. Artinya, sebutan Pak Haji itu benar-benar merefleksi karakternya.
Dia juga sosok yang kooperatif dan akomodatif. Terakhir, sekitar Juni lalu, sewaktu Kompas mengupas tuntas masalah rotan dalam fomat liputan tematik, dia banyak menyumbang bahan. Tentunya bahan dari Kalimantan sangat signifikan dan dibutuhkan karena bicara soal rotan tidak hanya berlokus di Sulawesi tapi juga Kalimantan.
Alhasil, tulisan tentang rotan bisa bertahan di halaman depan Kompas empat hari berturut dari Senin hingga Kamis.
Demikian, salam dari Tual, Maluku.
Penulis: Widiyabuana Andarias |
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

