TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Komisi III DPR RI Doa Bersama Untuk Iful
Tribunnews.com - Selasa, 27 Juli 2010 11:25 WIB

BANJARMASIN POST GROUP/YUSRAN PARE
Jenazah M Syaifullah, wartawan Kompas, saat tiba di rumah duka di Timpang Talu Kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (27/7/2010) pagi
Berita Terkait: Wartawan Kompas Meninggal
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Komisi III DPR RI melakukan doa bersama terlebih dahulu sebelum membuka Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan PT TPI di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Selasa (27/7/2010).
"Sebelum kita melaksanakan RDPU, kita tundukan kepala sebentar untuk mendoakan saudara kita wartawan kompas yang meninggal kemarin di Kalimantan,"tutur Ketua Komisi III Benny K Harman sebelum membuka RDPU.
Setelah mendengar instruksi tersebut kurang lebih selama dua menit semua kepala yang ada di ruang rapat komisi III tertunduk untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Muhammad Syaifullah yang meninggal di rumahnya di Komplek Balikpapan Baru Jalan Mediterania, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (26/7/2010).
M Syaifullah ditemukan meninggal dunia di rumah dinasnya di Balikpapan, Senin (26/7/2010). Hari ini, Iful demikian dia biasa dipanggil sudah dimakamkan di tanah kelahirannya di Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel.
Sejumlah kabar merebak di balik kematian misterius Muhammad Syaifullah. Ada dugaan ia keracunan. Kabar lain yang beredar menyebutkan, kematian Syaifullah terkait pemberitaannya soal kejanggalan dalam bisnis batu bara di Kalimantan.
Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.
Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan. Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Komisi III DPR RI melakukan doa bersama terlebih dahulu sebelum membuka Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan PT TPI di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Selasa (27/7/2010).
"Sebelum kita melaksanakan RDPU, kita tundukan kepala sebentar untuk mendoakan saudara kita wartawan kompas yang meninggal kemarin di Kalimantan,"tutur Ketua Komisi III Benny K Harman sebelum membuka RDPU.
Setelah mendengar instruksi tersebut kurang lebih selama dua menit semua kepala yang ada di ruang rapat komisi III tertunduk untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Muhammad Syaifullah yang meninggal di rumahnya di Komplek Balikpapan Baru Jalan Mediterania, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (26/7/2010).
M Syaifullah ditemukan meninggal dunia di rumah dinasnya di Balikpapan, Senin (26/7/2010). Hari ini, Iful demikian dia biasa dipanggil sudah dimakamkan di tanah kelahirannya di Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel.
Sejumlah kabar merebak di balik kematian misterius Muhammad Syaifullah. Ada dugaan ia keracunan. Kabar lain yang beredar menyebutkan, kematian Syaifullah terkait pemberitaannya soal kejanggalan dalam bisnis batu bara di Kalimantan.
Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.
Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan. Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Penulis: Adi Suhendi | Editor: Anita K Wardhani
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
- Warga Tanralili Rayakan Maulid Bersama Bupati
- Dzikir Akbar Usai Sebagian Jalan di Jakpus Macet
- 17 Universitas di Sulawesi Terancam Jadi Sekolah Tinggi
- Bangunan Medali Beijing Sebabkan kekhawatiran di Cina
- Dua Pemain Anyar Juve Langsung Masuk Skuad Hadapi…
- Anggota Armed Boyong Hadiah Utama Jalan Santai
- Ini Kekayaan Angelina Sondakh
- Sempat Ditutup, Bandara Supadio Kembali Beroperasi
- Ke Makam Ayahnya, Aliyah Massaid Tak Ditemani Angie
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
