TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Menkopolhukam: Kasus Kematian M Syaifullah Jangan Melebar
Tribunnews.com - Selasa, 27 Juli 2010 13:32 WIB

tribunnews/herudin
Menkopolhukam Djoko Suyanto
Berita Terkait: Wartawan Kompas Meninggal
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menkopolhukam, Djoko Suyanto meminta semua pihak agar kematian M Syaifullah tidak melebar kemana-mana. Jangan mengaburkan terlalu jauh penyebab kematian wartawan Kompas kepala biro Kalimantan, M Syaifullah.
Menurutnya, sejauh ini kematian Syaifullah sudah sangat jelas diungkap oleh pihak kedokteran dan kepolisian.
"Saya baca di media sudah dinyatakan serangan jantung, hipertensi. Saya bukan dokter, jadi kalau bukan kapasitas saya, silakan tanya sama yang mengotopsi," tuturnya usai membuka acara Simposium Nasional "Memutus mata rantai radikalisme dan terorisme", di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (27/7).
"Jangan lari kemana-mana (penyebab kematiannya," ucapnya lagi. Lebih jauh, mantan Panglima TNI itu enggan berspekulasi mengusik misteri di balik kematian Syaifullah.
Seperti diberitakan wartawan Kompas yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kompas Kalimantan, M Syaifullah ditemukan tewas di ruang tamu rumahnya, Senin lalu dengan sekujur wajah dan tubuh membiru lebam dan mulut berbusa.
Berbagai spekulasi pun muncul menyikapi misteri di balik kematian itu. Namun dari hasil otopsi, dokter menyimpulkan jika kematian Ipul, panggilan akrabnya karena hipertensi. (Tribunnews.com/Roy)
Menurutnya, sejauh ini kematian Syaifullah sudah sangat jelas diungkap oleh pihak kedokteran dan kepolisian.
"Saya baca di media sudah dinyatakan serangan jantung, hipertensi. Saya bukan dokter, jadi kalau bukan kapasitas saya, silakan tanya sama yang mengotopsi," tuturnya usai membuka acara Simposium Nasional "Memutus mata rantai radikalisme dan terorisme", di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (27/7).
"Jangan lari kemana-mana (penyebab kematiannya," ucapnya lagi. Lebih jauh, mantan Panglima TNI itu enggan berspekulasi mengusik misteri di balik kematian Syaifullah.
Seperti diberitakan wartawan Kompas yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kompas Kalimantan, M Syaifullah ditemukan tewas di ruang tamu rumahnya, Senin lalu dengan sekujur wajah dan tubuh membiru lebam dan mulut berbusa.
Berbagai spekulasi pun muncul menyikapi misteri di balik kematian itu. Namun dari hasil otopsi, dokter menyimpulkan jika kematian Ipul, panggilan akrabnya karena hipertensi. (Tribunnews.com/Roy)
Penulis: Vanroy Pakpahan | Editor: Iswidodo
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Penumpang Asal Inggris Terjatuh dari Kapal Pesiar…
- Donny Leimena Pertanyakan Status Ayah Kandung Astrid…
- Din Syamsudin: Agama Harus Jadi Pemecah Konflik
- Lima Elemen dalam Bank Mandiri Feng Shui Card
- Setahun Adjie Massaid Meninggal, Zahwa Curhat
- Perencanaan Investasi Masyarakat Masih Minim
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
