Tribunnews.com
Indeks Berita | Tribun Epaper
Sabtu, 4 September 2010

Indra Azwar: Kaki Saya Enggak Sakit tapi Hati Saya yang Sakit

Tribunnews.com - Jumat, 30 Juli 2010 23:05 WIB
Share Cetak PDF Print Berita Ini +
Indra Azwar: Kaki Saya Enggak Sakit  tapi Hati Saya yang Sakit
tribunnews.com/Nurmalia P Rekso
Indra Azwan, warga Malang yang berjalan kaki ke Jakarta, berpelukan dengan salah satu anaknya, di dekat Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/7/2010)
Laporan Wartawan Tribunnews.com,  Nurmulia Rekso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pria itu mengenakan tiga lapis kaus kaki setiap harinya, ia mengaku hal itu untuk mencegah cidera terhadap kakinya. Namun kenyataannya, dua kukunya nyaris copot.

Ketika ia membuka tiga pasang kaus kakinya itu, bau khas dari kakinya  yang telah berjalan berkilo-kilometerpu n menyerebak. Tampak balutan plester dan perban menghiasi kaki Indra.

"Kaki saya nggak sakit, tapi hati saya yang sakit" ujarnya sambil terkekeh.

Indra azwan (51) sejak 9 Juli lalu telah melangkahkan kakinya pergi dari kampung halamannya di Malang, Jawa timur. Jutaan langkah ia tempuh selama sembilan hari dalam aksi jalan kakinya menuju Istana Negara di Jakarta, tak lain demi mencari keadalian atas tewasnya sang anak, Andika Rizki. Pasalnya, anggota polisi yang menabrak anaknya itu, Joko Sumantri hingga kini masih dapat lolos dari pertanggung jawaban secara hukum.

Pria yang pernah menikah dua kali itu mengaku tidak mempersiapkan secara khusus fisiknya sebelum ia melakukan jalan panjang tersebut. Hanya bermodalkan tekad dan cintanya terhadap mendiang anak sulungnya itu, ia bisa dengan selamat tiba di Jakarta.

Indra mengaku ketika tiba di Jati Barang Indramayu, Jawa Tengah, ia sempat di periksa oleh seorang dokter. Hasilnya, tidak ada kendala kesehatan bagi pria tersebut yang mengharuskan ia menghentikan perjalanannya.

Hanya bermodalkan ransel ala militer, dua pasang sepatu, tiga pasang kaus kaki, dan lima potong baju, sebuah peta serta bekal uang Rp, 500.000. Indra berjalan setiap hari setidaknya 15 Jam sehari, mulai dari jam 05.30 wib, hingga pukul 21.00 WIB.

"Soalnya saya ngejar pombensin (SPBU), saya numpang tidur di sana, kalau tidak ya saya nyari kounitas orang Malang" tutur Aremania ini.

Untungnya, selama perjalanan Indra tidak henti-hentinya mendapatkan teman, bantuanpun silih berganti datang seiring aksinya menarik banyak perhatian orang. sore ini ketika tiba di Lembaga Bantuan hukum (LBH) Jakarta, sejumlah orang dari berbagai kota yang ia pernah sambangi selama perjalananpun tampak masih setia menemani.

Sore ini, akhirnya pria itu dapat menyelesaikan misinya, ia dapat dengan selamat tiba di seberang istana negara. dengan nafas tersenggal dan peluh yang membasahi wajah tua itu, Indra mengungkapkan dengan lantang maksud dan tujuannya datang didepan pendukung dan petugas kepolisian yang mengawal.

"saya berharap pak presiden mau mendengar harapan rakyat kecilm hal ini (aksi jaoan kaki) adalah setetes embun bagi saya, saya sudah tidak tahu lagi mau pergi kemana" ujar Indra.

Sebelumnya, ia mengaku telah menyambangi sejumlah institusi. Mulai dari satgas mafia hukum, komnas HAM, Ombudsman hingga Kompolnas, namun tidak ada jawaban yang pasti akan permintaannya mencari keadilan itu.

Pria berambut panjang itu ketika merencanakan perjalanan panjang ini sempat tidak berani menguarakan rencananya itu kepada sang anak, Dwi Andita Rachmania (27), yang ketika kakanya tewas ia masih berumur 10 tahun. "saya tahunya dari Ibu, baru waktu saya tanya, bapak ngaku' ujarnya ketika menemani sang bapak mengelar aksi di Istana sore ini.

"Perasaan saya campur aduk selama bapak dalam perjalanan, tapi untungnya bapak dapat banyak teman selama perjalanan" ujar wanita yang mengaku tinggal di Bekasi itu.

Langkah kakinya terhenti diseberang istana, aksi yang ia gelar hingga presiden SBY melintas iutpun terpaksa ia batalkan setelah pihak kepolisian memintanya ia pergi. Pihak LNH Jakarta yang mendampingi aksi tersebut juga tidak dapat berbuat abnyak ketika sejumlah petugas dari Polsek Gambir memintanya pergi, pasalnya perizinan yang telah dilayangkan juga tidak membenarkan aksi Indra hingga laru malam.

Akhirnya, dengan mengendarai Taksi dan ditemani sang anak, Indra Aswar angkat kaki dari seberang istana itu, untuk kembali menuju LBH Jakarta. Namun aksinya tidak akan terhenti di situ, ia mengaku akan berkordinasi untuk melancarkan aksi denan tema serupa. Lima menit setelah Indra dan rombongannya pergi, rombongan wapres Boedionopun melintas, dengan disusul rombongan SBY lima belas menit setelahnya. (*)

Penulis : Nurmulia_Rekso_P
Editor : Tjatur


Anda, warga nonwartawan, bisa melaporkan berita. TULIS LAPORAN KLIK DI SINI
Loading ...
© 2010 Tribunnews.com All Right Reserved | About Us | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Terms of Use | Help
Kompas Gramedia Grup