TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Foke: Perkumpulan Wajib Taat Hukum
Tribunnews.com - Minggu, 1 Agustus 2010 10:41 WIB

tribunnews.com/ade mayasanto
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo
Berita Terkait: Bentrok Rempoa
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Ismunadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengaku tidak bisa melakukan tindakan apa pun pasca bentrok massa FBR dengan warga di daerah Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (1/8/2010) dinihari. Pasalnya Pemprov DKI Jakarta masih menunggu hasil investigasi dan kajian pihak kepolisian.
"Kita tidak bisa melakukan sesuatu tanpa investigasi dan kajian dari pihak kepolisian," ungkap Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, saat ditemui di Eco Park, Pasar Seni, Ancol, Jakarta, Minggu (1/8/2010).
"Saya kira kita kembali pada hukum yang berlaku," tambahnya.
Menurut Foke, perkumpulan masyarakat punya kewajiban mentaati hukum. Dan di mata hukum, semua orang memiliki kedudukan yang sama.
"Seluruh orang Jakarta ingin kotanya tertib dan aman. Kalau ada pihak yang berperilaku berbeda, saya kira mereka akan berhadapan dengan masyarakat yang lebih besar," tegas Foke.
Foke mengimbau warga Jakarta untuk tidak mengambil langkah selain menyerahkan pada hukum.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengaku tidak bisa melakukan tindakan apa pun pasca bentrok massa FBR dengan warga di daerah Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (1/8/2010) dinihari. Pasalnya Pemprov DKI Jakarta masih menunggu hasil investigasi dan kajian pihak kepolisian.
"Kita tidak bisa melakukan sesuatu tanpa investigasi dan kajian dari pihak kepolisian," ungkap Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, saat ditemui di Eco Park, Pasar Seni, Ancol, Jakarta, Minggu (1/8/2010).
"Saya kira kita kembali pada hukum yang berlaku," tambahnya.
Menurut Foke, perkumpulan masyarakat punya kewajiban mentaati hukum. Dan di mata hukum, semua orang memiliki kedudukan yang sama.
"Seluruh orang Jakarta ingin kotanya tertib dan aman. Kalau ada pihak yang berperilaku berbeda, saya kira mereka akan berhadapan dengan masyarakat yang lebih besar," tegas Foke.
Foke mengimbau warga Jakarta untuk tidak mengambil langkah selain menyerahkan pada hukum.
Editor: Kisdiantoro
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Metropolitan Terbaru
BERITA TERKINI
- Presiden Lee Kunjungi Negara Timur Tengah
- Pemerintah akan Dirikan 4 Institut Seni dan Budaya…
- Abrasi Mengancam Pantai Matras
- 18 Jam Aliran Listrik di Tamankota II Bermasalah
- Pelita Jaya Vs Persib: Kombinasi Timnas Vs Naturalisasi
- SBY Hadiri Dzikir Akbar di Monas
- Seorang Wanita Gugat Pemilik Kapal Costa Concordia
- Lelaki Bercelurit Rampok Penyadap Karet
- Lamborghini Pancal Ini Berharga Rp 21,8 Juta
- Percantik Diri dengan Totok Wajah
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
