TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Scooteris Setuju Pembatasan Motor di Jakarta
Tribunnews.com - Minggu, 1 Agustus 2010 11:50 WIB

Tribunnews.com/Ferdinand
Berita Lainnya
Laporan wartawan Tribunnews.com, Ferdinand
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana Pemerintah DKI Jakarta membatasi sepeda motor untuk mengatasi kemacetan pada saat jam-jam sibuk ditanggapi positif oleh pengendara vespa Jakarta.
"Kalau dibatasi boleh saja, asal pemerintah juga menyediakan jalur alternatif kepada pengendara roda dua," ujar pembina Scooter Tanah Abang Club (STAC), Joko Umbara saat acara "Scooteris Enjoy Jakarta,", Jakarta, Minggu (1/8/2010).
Joko setuju dengan rencana tersebut agar laju kemacetan di ibukota dapat ditekan. Selain rencana pembatasan roda dua, pemerintah juga akan menerapkan sistem Electronic Road Pricing (ERP) di jalur-halur protokol ibukota. Lalu bagaimana tanggapan scooteris?
"Selama peraturan itu baik saya setuju dan dana itu dipakai untuk mebangun sarana dan prasarana jalan," jawab Joko.
Terkait dengan disiplin berlalu lintas di jalan raya. Joko mengatakan scooteris sebenarnya sudah mematuhi rambu-rambu berlalu lintas. Namun ia mengakui sebagian lainnya masih sering melanggarnya.
"Kalau yang kayak gitu (tidak patuh rambu lalulintas) biasanya disebut 'brekele', mereka ga ada komunitasnya, banyak juga kaya gitu, susah diatur dan ga dewasa," tukasnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana Pemerintah DKI Jakarta membatasi sepeda motor untuk mengatasi kemacetan pada saat jam-jam sibuk ditanggapi positif oleh pengendara vespa Jakarta.
"Kalau dibatasi boleh saja, asal pemerintah juga menyediakan jalur alternatif kepada pengendara roda dua," ujar pembina Scooter Tanah Abang Club (STAC), Joko Umbara saat acara "Scooteris Enjoy Jakarta,", Jakarta, Minggu (1/8/2010).
Joko setuju dengan rencana tersebut agar laju kemacetan di ibukota dapat ditekan. Selain rencana pembatasan roda dua, pemerintah juga akan menerapkan sistem Electronic Road Pricing (ERP) di jalur-halur protokol ibukota. Lalu bagaimana tanggapan scooteris?
"Selama peraturan itu baik saya setuju dan dana itu dipakai untuk mebangun sarana dan prasarana jalan," jawab Joko.
Terkait dengan disiplin berlalu lintas di jalan raya. Joko mengatakan scooteris sebenarnya sudah mematuhi rambu-rambu berlalu lintas. Namun ia mengakui sebagian lainnya masih sering melanggarnya.
"Kalau yang kayak gitu (tidak patuh rambu lalulintas) biasanya disebut 'brekele', mereka ga ada komunitasnya, banyak juga kaya gitu, susah diatur dan ga dewasa," tukasnya.
Editor: Kisdiantoro
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

