Kamis, 17 Mei 2012
Tribunnews.com

Gedung Baru DPR RI Berfilosofi Air Mengalir

Tribunnews.com - Rabu, 4 Agustus 2010 21:17 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Gedung Baru DPR RI Berfilosofi Air Mengalir
Ist
Gedung DPR RI
"Saat saya sebagai Ketua Badan Anggaran DPR, saya harus pinjam ruang tamu pimpinan DPR untuk menerima tamu Ketua Badan Anggaran DPR Korea Selatan. Ini semata untuk citra DPR, karena kalau saya terima di ruangan saya, tidak representatif,"
Harry Azhar Aziz
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang baru rencananya akan berbentuk gerbang, yakni bingkai yang mencerminkan anggota DPR dari beragam latar belakang dan daerah serta berlandaskan filosofi air mengalir.

Filosofi air mengalir ini dimaksudkan sebagai simbol atau analog bahwa apapun yang dilakukan DPR, selalu mengalir (bermanfaat) ke rakyat Indonesia (kolam dengan deretan tiang bendera, merupakan analog dari 'kolam' bangsa Indonesia).

Wakil Ketua Komisi XI bidang Keuangan, Harry Azhar Aziz dari Fraksi Partai Golkar dan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Pius Lustrilanang membenarkan jika gedung baru DPR didisain seperti gerbang reformasi dan berfilosofi air mengalir.

"Saat saya sebagai Ketua Badan Anggaran DPR, saya harus pinjam ruang tamu pimpinan DPR untuk menerima tamu Ketua Badan Anggaran DPR Korea Selatan. Ini semata untuk citra DPR, karena kalau saya terima di ruangan saya, tidak representatif," kata Harry Azhar Aziz, Rabu (4/8/2010).

Mantan Ketua Badan Anggaran DPR itu mengungkapkan, pembangunan gedung baru DPR memang sudah sangat mendesak mengingat daya dukung dan kegiatan para wakil rakyat sudah tidak sebanding. Seringkali DPR harus melakukan pertemuan atau rapat di luar gedung. Bahkan untuk menerima tamu terhormat, anggota tidak punya ruang yang representatif.

Pendapat senada dikemukakan Pius Lustrilanang. Pembangunan gedung baru DPR sudah mendesak mengingat kebutuhan untuk ruang kerja anggota yang representatif, ruang rapat, ruang pertemuan, dan integrasi semua kebutuhan bagi kerja parlemen sebesar DPR RI.

"Semua perencanaan, prosedur, dan juga anggaran sudah siap. Yang yang penting hal itu sudah masuk rencana strategis (Renstra) DPR ke depan.Jadi, semua dasar pemikiran dan alasan pembangunan sudah selesai. Sekarang tinggal pembangunannya yang merupakan tugas dari kesetjenan DPR," ujar Pius.

Jika tidak ada aral melintang, pembangunan gedung DPR baru dengan 36 lantai itu, akan dilakukan peletakan batu pertamanya Oktober mendatang.

Menurut Harry, ruang kerja anggota DPR saat ini, luasnya hanya sekitar 36 M2, jauh lebih kecil dibandingkan ruang kerja seorang Dirjen yaitu 100 M2, apalagi ruang kerja menteri yang luasnya 400 M2.

Nantinya ruang kerja anggota DPR 120 M2, dengan rincian, 60 M2 untuk ruang kerja anggota, dan sisanya untuk ruang kerja satu sespri dan empat staf ahli.

Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup