Kamis, 17 Mei 2012
Tribunners

Blog Tribunners

Kebebasan Beragama Sampai di Titik Nadir

Tribunnews.com - Kamis, 5 Agustus 2010 21:39 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Kewajiban pemerintah untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Pemerintah jangan diam saja, mereka harus segera diajak berdialog dengan tokoh agama dan pemerintah. Aturan negara ini sudah jelas, janganlah berupaya mengalihkan isu yang lain dengan memunculkan isu-isu agama.
Pengrusakan terhadap tempat ibadah serta penyerangan terhadap kelompok agama harus segera dihentikan. Pengrusakan yang terjadi akhir-akhir ini menjadi keprihatinan khusus bagi Gus Nuril (KH Nuril Arifin) ulama dan pemilik pondok pesantren di berbagai kota.

Ditemui pada Rabu, 4 Agustus 2010 tokoh yang disebut dapat menggerakkan laskar berani mati menyampaikan bahwa kekerasan yang terjadi saat ini akibat dari kemerosotan moral dalam beragama dan bernegara.

Umat beragama tak lagi menyembah Tuhan, tetapi menyembah agama dan itu adalah berhala. Menurut Gus Nuril pengrusakan tempat ibadah  sudah mengarah pada tindakan kriminal, persoalan ini sudah sampai pada titik nadir.

Bila terus dibiarkan akan sangat berbahaya karena masyarakat bisa mengambil tindakan masing-masing. Sikap Pemerintah yang membiarkan persoalan berlarut-larut dapat memicu revolusi liar yang berdarah-darah.

Konstitusi kita sudah jelas yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), munculnya segelintir "anak nakal"  yang ingin mendirikan negara Islam ini harus segera ditindaklanjuti, kesepakatan kita adalah negara kesatuan bukan negara Islam.

Kewajiban pemerintah untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Pemerintah tidak tegas dalam mengambil tindakan, sebagai contoh untuk mendirikan tempat ibadah sudah ada aturannya.

Bila memang sudah dipenuhi, pemerintah harus segera memberikan ijin, jangan karena tekanan kelompok garis keras lalu pemerintah tidak berani mengeluarkan ijin.

Bahkan semestinya bila umat di suatu daerah sudah mencukupi jumlahnya pemerintah seharusnya menyediakan tempat ibadah buat mereka. Pemerintah melakukan pendzaliman terhadap umat suatu agama jika menunda-nunda pendirian tempat ibadah mereka.

Kewajiban pemerintah untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Pemerintah jangan diam saja, mereka harus segera diajak berdialog dengan tokoh agama dan pemerintah. Aturan negara ini sudah jelas, janganlah berupaya mengalihkan isu yang lain dengan memunculkan isu-isu agama.

Indonesia ini negara yang berbhinneka, harus bisa memberikan ruang gerak pada agama lain untuk berkembang. Kalau sedikit-sedikit yang berbeda dibantai, lama-lama semuanya akan habis seluruh umat beragama di Indonesia. Pemerintah ini harus adil terhadap semua agama dan bersikap tegas terhadap pelaku kekerasan karena ini sudah mengarah pada tindakan kriminal.

Gus Nuril, terus menyerukan penghentian kekerasan yang dilakukan oleh kelompok Islam radikal di tanah air. Hentikan kekerasan atas nama apapun karena itu hanya dalih saja, penyerang rumah ibadah itu orang yang tidak paham agama, meskipun mereka mengaku Islam.

Karena Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan terhadap semua umat beragama. Gus Nuril seorang tokoh yang tentunya sangat ditunggu untuk ikut berupaya menghentikan kekerasan atas nama agama diberbagai tempat. (*)

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup