TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Polisi Serahkan Organ Dalam Syaifullah Usai Uji Forensik
Tribunnews.com - Minggu, 22 Agustus 2010 08:31 WIB

FACEBOOK
Wartawan Kompas almarhum Muhammad Syaifullah
Berita Terkait: Wartawan Kompas Meninggal
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Margaret Sarita
TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Tak kurang dari 18 item organ dalam almarhum Muhammad Syaifullah, Kepala Biro Kompas Kalimantan, yang dibawa penyidik Polresta Balikpapan ke laboratorium forensik Polda Jawa Timur, akhir Juli lalu, akhirnya diserahterimakan antara pihak penyidik Polres Balikpapan Brigpol Iswanto kepada keluarga almarhum yang diwakili wartawan Kompas Tri Haryono, Sabtu (21/8/2010) malam.
Menurut rencana, organ dalam tersebut akan langsung dibawa ke Kandangan, Kalimantan Selatan, malam ini juga dan dikuburkan bersama jenazah almarhum yang sudah lebih dulu dikuburkan.
"Tidak ada prosesi serah terima resmi. Kami hanya serah terima dengan diketahui penyidik saja. Untuk selanjutnya langsung dibawa ke Kandangan dan diperkirakan tiba pukul 10.00 pagi," kata pria yang akrab disapa Mas Tri.
Menurut Tri, organ dalam yang dibawa kali ini merupakan organ dalam hasil pemeriksaan patologi dari Dr Soetomo Surabaya. Sedangkan hasil pemeriksaan forensik Polda Jatim sudah dikirim satu minggu setelah penguburan.
"Ini organ dalam yang terakhir. Jadi ada dua pemeriksaan. Satu di labfor, satu lagi di RSU Dr Soetomo Surabaya," ujar Tri.
Terpisah, Kapolres Balikpapan AKBP A Rafik mengatakan hasil labfor pemeriksaan organ dalam baru diambil penyidik, Sabtu (21/8/2010). "Hasil akhirnya belum diketahui. Nanti kalau sudah saya terima baru tahu apa hasil pemeriksaan organ dalam tersebut. Mungkin Senin (23/8/2010) lusa," ujar Rafik.
Seperti diketahui, penyidik mengirimkan belasan item organ dalam di antaranya, pankreas, usus halus, otak, limpa, ginjal kanan dan kiri serta paru-paru kanan dan kiri, untuk diperiksa di labfor Polda Jatim.
Sejauh ini, penyebab meninggalnya M Syaiful baru diketahui berdasarkan hasil otopsi saja, yakni serangan jantung dan tekanan darah tinggi. Maklum, sejumlah kabar merebak di balik kematian mendadak Muhammad Syaifullah, sehingga dibutuhkan hasil pemeriksaan yang akurat untuk menentukan secara medis penyebab meninggalnya almarhum.
Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau akrab disapa Pul dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan.
Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan. Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan. Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret.
TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Tak kurang dari 18 item organ dalam almarhum Muhammad Syaifullah, Kepala Biro Kompas Kalimantan, yang dibawa penyidik Polresta Balikpapan ke laboratorium forensik Polda Jawa Timur, akhir Juli lalu, akhirnya diserahterimakan antara pihak penyidik Polres Balikpapan Brigpol Iswanto kepada keluarga almarhum yang diwakili wartawan Kompas Tri Haryono, Sabtu (21/8/2010) malam.
Menurut rencana, organ dalam tersebut akan langsung dibawa ke Kandangan, Kalimantan Selatan, malam ini juga dan dikuburkan bersama jenazah almarhum yang sudah lebih dulu dikuburkan.
"Tidak ada prosesi serah terima resmi. Kami hanya serah terima dengan diketahui penyidik saja. Untuk selanjutnya langsung dibawa ke Kandangan dan diperkirakan tiba pukul 10.00 pagi," kata pria yang akrab disapa Mas Tri.
Menurut Tri, organ dalam yang dibawa kali ini merupakan organ dalam hasil pemeriksaan patologi dari Dr Soetomo Surabaya. Sedangkan hasil pemeriksaan forensik Polda Jatim sudah dikirim satu minggu setelah penguburan.
"Ini organ dalam yang terakhir. Jadi ada dua pemeriksaan. Satu di labfor, satu lagi di RSU Dr Soetomo Surabaya," ujar Tri.
Terpisah, Kapolres Balikpapan AKBP A Rafik mengatakan hasil labfor pemeriksaan organ dalam baru diambil penyidik, Sabtu (21/8/2010). "Hasil akhirnya belum diketahui. Nanti kalau sudah saya terima baru tahu apa hasil pemeriksaan organ dalam tersebut. Mungkin Senin (23/8/2010) lusa," ujar Rafik.
Seperti diketahui, penyidik mengirimkan belasan item organ dalam di antaranya, pankreas, usus halus, otak, limpa, ginjal kanan dan kiri serta paru-paru kanan dan kiri, untuk diperiksa di labfor Polda Jatim.
Sejauh ini, penyebab meninggalnya M Syaiful baru diketahui berdasarkan hasil otopsi saja, yakni serangan jantung dan tekanan darah tinggi. Maklum, sejumlah kabar merebak di balik kematian mendadak Muhammad Syaifullah, sehingga dibutuhkan hasil pemeriksaan yang akurat untuk menentukan secara medis penyebab meninggalnya almarhum.
Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau akrab disapa Pul dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan.
Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan. Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan. Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret.
Editor: Anwar Sadat Guna | Sumber: Tribun Kaltim
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Penumpang Asal Inggris Terjatuh dari Kapal Pesiar…
- Donny Leimena Pertanyakan Status Ayah Kandung Astrid…
- Din Syamsudin: Agama Harus Jadi Pemecah Konflik
- Lima Elemen dalam Bank Mandiri Feng Shui Card
- Setahun Adjie Massaid Meninggal, Zahwa Curhat
- Perencanaan Investasi Masyarakat Masih Minim
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
