TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Mereka Malahan yang Coba Menyuap Kami
Tribunnews.com - Rabu, 25 Agustus 2010 21:33 WIB

Tribun Batam/Iman Suryanto
Tujuh nelayan Malaysia sedang istirahat di Kantor Ditpolair Polda Kepri di Batam, Minggu (15/8/2010). Mereka ditangkap petugas DKP Kepri karena mencuri ikan di perairan Tanjung Berakit, Indonesia.
Berita Terkait: Penangkapan Petugas DKP
Laporan eksklusif wartawan Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Barter antara tujuh nelayan tersangka ilegal fishing asal Negara Malaysia dengan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berbuntut panjang. Bukan cuma Indonesia saja yang panas, malaysia pun ikut-ikutan dongkol dan mengeluarkan pernyataan dan tudingan keras
Bahkan beberapa aksi yang di lakukan di tanah air pun di balas kembali oleh tujuh nelayan asal Malaysia bersama masyarakat lainnya dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan Konsul Jenderal Indonesia di Johor Baru, Malaysia.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, satu dari tujuh nelayan asal Malaysia menuturkan bahwa mereka diperas dan diminta untuk menyerahkan sejumlah uang kepada petugas KKP yang saat itu tengah melakukan penangkapan terhadap mereka di sekitar perairan Tanjungberakit beberapa waktu lalu. Dan, katanya ke tujuh nelayan tersebut telah menyerahkan uang melalui transfer sebagai bentuk jaminan pembebasan dan meloloskan terhadap mereka yang diamankan.
Menanggapi hal tersebut Bambang Nugraha KA selaku Kepala Station Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Pontianak membantah dengan keras adanya perihal tersebut yang di sebutkan oleh para nelayan yang telah di ”tukar gulingkan” dengan petugas KKP tersebut.
”Itu tidak benar..!!, tidak ada yang seperti itu,” jelas Bambang yang dihubungi melalui selulernya Rabu (25/8/2010).
Bambang juga mengatakan bahwa sejak dari awal dirinya sempat bertanya kepada anggotanya yang mengamankan ke tujuh nelayan tersangka ilegal Fishing asal Malaysia tersebut.
Dan dari keterangan yang saya dapati di ketahui bahwa justru dari para ke tujuh nelayan asal Malaysia tersebutlah mencoba melakukan ”penyuapan” atau ”penyogokan” terhadap petugas KKP ketika akan dilakukan penangkapan disekitar perairan Tanjungberakit, utara pulau Bintan beberapa waktu lalu.
”Dari keteranagan anggota saya bahwa, mereka malah yang meminta untuk berdamai di laut saja dan jangan di bawa ke Batam untuk dilakukan proses hukum,” terang Bambang. Untuk meluluskan maksud dari para ke tujuh nelayan pelaku ilegal fishing tersebut, mereka menawarkan uang dalam mata uang ringgit kepada para petugas.
”Jumlahnya saya lupa , namun jumlahnya antara 3000 ringgit apa 30 ribu ringgit gitu,kalo ngak salah,” jelas Bambang.
Namun percobaan penyuapan atau penyogokan dari ke 7 nelayan tersebut akhirnya di tolak oleh para petugas KKP yang akhirnya mencoba menbawanya ke Batam untuk dilakukan proses lebih lanjut.
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Barter antara tujuh nelayan tersangka ilegal fishing asal Negara Malaysia dengan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berbuntut panjang. Bukan cuma Indonesia saja yang panas, malaysia pun ikut-ikutan dongkol dan mengeluarkan pernyataan dan tudingan keras
Bahkan beberapa aksi yang di lakukan di tanah air pun di balas kembali oleh tujuh nelayan asal Malaysia bersama masyarakat lainnya dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan Konsul Jenderal Indonesia di Johor Baru, Malaysia.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, satu dari tujuh nelayan asal Malaysia menuturkan bahwa mereka diperas dan diminta untuk menyerahkan sejumlah uang kepada petugas KKP yang saat itu tengah melakukan penangkapan terhadap mereka di sekitar perairan Tanjungberakit beberapa waktu lalu. Dan, katanya ke tujuh nelayan tersebut telah menyerahkan uang melalui transfer sebagai bentuk jaminan pembebasan dan meloloskan terhadap mereka yang diamankan.
Menanggapi hal tersebut Bambang Nugraha KA selaku Kepala Station Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Pontianak membantah dengan keras adanya perihal tersebut yang di sebutkan oleh para nelayan yang telah di ”tukar gulingkan” dengan petugas KKP tersebut.
”Itu tidak benar..!!, tidak ada yang seperti itu,” jelas Bambang yang dihubungi melalui selulernya Rabu (25/8/2010).
Bambang juga mengatakan bahwa sejak dari awal dirinya sempat bertanya kepada anggotanya yang mengamankan ke tujuh nelayan tersangka ilegal Fishing asal Malaysia tersebut.
Dan dari keterangan yang saya dapati di ketahui bahwa justru dari para ke tujuh nelayan asal Malaysia tersebutlah mencoba melakukan ”penyuapan” atau ”penyogokan” terhadap petugas KKP ketika akan dilakukan penangkapan disekitar perairan Tanjungberakit, utara pulau Bintan beberapa waktu lalu.
”Dari keteranagan anggota saya bahwa, mereka malah yang meminta untuk berdamai di laut saja dan jangan di bawa ke Batam untuk dilakukan proses hukum,” terang Bambang. Untuk meluluskan maksud dari para ke tujuh nelayan pelaku ilegal fishing tersebut, mereka menawarkan uang dalam mata uang ringgit kepada para petugas.
”Jumlahnya saya lupa , namun jumlahnya antara 3000 ringgit apa 30 ribu ringgit gitu,kalo ngak salah,” jelas Bambang.
Namun percobaan penyuapan atau penyogokan dari ke 7 nelayan tersebut akhirnya di tolak oleh para petugas KKP yang akhirnya mencoba menbawanya ke Batam untuk dilakukan proses lebih lanjut.
Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

