Kamis, 17 Mei 2012
Tribunnews.com

Keluarga Arafat Tantang Pambudi Berkelahi

Tribunnews.com - Kamis, 26 Agustus 2010 17:48 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Keluarga Arafat Tantang Pambudi Berkelahi
TRIBUNNEWS.COM/YOGI GUSTAMAN
NAIK PITAM - Keluarga Kompol Arafat naik pitam saat melihan Kombes Pol Pambudi mantan atasan Arafat. Seorang anggota keluarga bahkan sempat melayangkan tinjunya, Kamis (26/8/2010). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai memberikan kesaksiannya untuk terdakwa Kompol Mohd. Arafat, Kombes Pol Pambudi Pamungkas didekati oleh saudara Arafat, Zulfatin. Zulfatin sempat melayangkan tinjunya ke Pambudi namun dihalangi petugas. Pambudi hanya tersenyum sambil berlalu, kembali ke ruang jaksa.

Kontan, Zulfatin pun langsung mengata-ngatai dengan perkataan kotor. "Komandan (maaf) tai. Jerumusin anak buah mau," serapah Zulfatin di luar persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).

Sontak, aksi Zulfatin memecah perhatian pengunjung sidang dan seluruh wartawan. Beruntung hal itu tidak menggangu sidang Arafat karena sidang diskor. Menurut Zulfatin, aksinya adalah bentuk kekesalannya terhadap kesaksian Pambudi di sidang yang tak jujur. Karena dirinya protes.

"Biasa orang protes. Enak saja dia sudah terima duit ratusan juta, adik saya sudah dikurung. Tembak saya. Saya enggak takut," tantang Zulfatin yang tak pernah absen mendampingi adiknya karena disuap Harley Davidson, sejak awal sidang.

Sementara itu, selain Zulfatin, seorang tua yang nampak masih keluarga juga berteriak. Tak sudi dengan kesaksian Pambudi yang pernah menjadi bosnya adiknya sebagai Kanit III pajak dan asuransi. Pria itu diketahui bernama Fauzi.

Setelah Pambudi bersembunyi ke ruang jaksa, Fauzi tak lepas meluapkan kekesalannya. Ia pun mendatangi ruang jaksa yang di dalamnya ada Pambudi.

"Ayo kemana kamu. Tunggu di luar. Hidup cuma sekali. Mati cuma sekali. Mana yang ngancam saya tadi? Keluar!" teriaknya.

Setelah keduanya hampir mendekati ruang tunggu jaksa, petugas keamanan dan polri yang berpakaian preman mencairkan suasana dan membawa keduanya agar tenang. Mereka pun akhirnya dijauhkan ke luar sidang.

Penulis: Yogi Gustaman  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup