TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Kompol Arafat Sesalkan Kombes Pambudi Tak Jujur
Tribunnews.com - Kamis, 26 Agustus 2010 19:16 WIB

TRIBUNNEWS.COM/BIAN H
Kompol Mohammad Arafat Enanie
"Saya berharap ada kejujuran dari komandan. Mestinya komandan membela saya. Komandan sudah disumpah al-Quran ternyata tidak ada kejujuran,"
Kompol Mohd. Arafat Enanie
Berita Terkait: Sidang Arafat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rasa
sesal sepertinya mengendap di hati Kompol Mohd. Arafat Enanie. Berharap
bekas atasannya, Kombes Pol Pambudi Pamungkas memberikan kesaksiannya
dengan jujur ternyata tak terbukti.
"Saya berharap ada kejujuran dari komandan. Mestinya komandan membela saya. Komandan sudah disumpah al-Quran ternyata tidak ada kejujuran," ujar Arafat menanggapi kesaksi Pambudi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).
Menurut Arafat, Pambudi tidak jujur soal pemeriksaan Gayus di luar Bareskrim. Padahal pemeriksaan mantan pegawai pajak golongan III A Ditjen Pajak tersebut tak mungkin dilakukannya tanpa perintah atasan, di mana Pambudi saat itu menjadi atasannya.
"Pemeriksaan di luar, padahal saya diperintahkan. Saya tidak membicarakan pembelaan diri saya, tetapi karena saya diperintah," terangnya.
Arafat juga mengomentari, sekalipun hanya menjadi penyidik yang diperbantukan dalam kasus Gayus, karena sudah pindah tugas, Pambudi tetap mendisposisi pekerjaan kepada dirinya.
Bahkan, secara blak-blakan Arafat mengatakan memiliki saksi-saksi dan fakta-fakta berupa bukti surat disposisi Pambudi untuk dirinya. "Fakta-fakta baru masih ada. Karena sampai bulan November dia masih memberi disposisi kepada saya," timpalnya.
Arafat juga membantah tak pernah melaporkan setiap perkembangan kasus Gayus kepada Pambudi. Karena setiap perkembangannya selalu ia laporkan. Surat pemberitahuan itu kerap Arafat sampaikan ke meja Pambudi.
Selain itu, Arafat mengingatkan, bahwa terkait penahanan dan penyitaan Gayus beserta rumahnya sudah melayangkan surat kepada Pambudi. Tapi tak satu suratpun yang Pambudi paraf.
"Saya sudah ajukan surat penyiataam rumah. Jadi saya ini tidak berargumentasi. Tapi tidak diparaf. Masalah penahanan saya lapor, masalah penyitaan saya lapor," ucapnya.
"Saya berharap ada kejujuran dari komandan. Mestinya komandan membela saya. Komandan sudah disumpah al-Quran ternyata tidak ada kejujuran," ujar Arafat menanggapi kesaksi Pambudi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).
Menurut Arafat, Pambudi tidak jujur soal pemeriksaan Gayus di luar Bareskrim. Padahal pemeriksaan mantan pegawai pajak golongan III A Ditjen Pajak tersebut tak mungkin dilakukannya tanpa perintah atasan, di mana Pambudi saat itu menjadi atasannya.
"Pemeriksaan di luar, padahal saya diperintahkan. Saya tidak membicarakan pembelaan diri saya, tetapi karena saya diperintah," terangnya.
Arafat juga mengomentari, sekalipun hanya menjadi penyidik yang diperbantukan dalam kasus Gayus, karena sudah pindah tugas, Pambudi tetap mendisposisi pekerjaan kepada dirinya.
Bahkan, secara blak-blakan Arafat mengatakan memiliki saksi-saksi dan fakta-fakta berupa bukti surat disposisi Pambudi untuk dirinya. "Fakta-fakta baru masih ada. Karena sampai bulan November dia masih memberi disposisi kepada saya," timpalnya.
Arafat juga membantah tak pernah melaporkan setiap perkembangan kasus Gayus kepada Pambudi. Karena setiap perkembangannya selalu ia laporkan. Surat pemberitahuan itu kerap Arafat sampaikan ke meja Pambudi.
Selain itu, Arafat mengingatkan, bahwa terkait penahanan dan penyitaan Gayus beserta rumahnya sudah melayangkan surat kepada Pambudi. Tapi tak satu suratpun yang Pambudi paraf.
"Saya sudah ajukan surat penyiataam rumah. Jadi saya ini tidak berargumentasi. Tapi tidak diparaf. Masalah penahanan saya lapor, masalah penyitaan saya lapor," ucapnya.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

