TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Pura-pura Kerampokan Karena Terlilit Utang
Tribunnews.com - Minggu, 29 Agustus 2010 05:24 WIB

Istimewa
Ilustrasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam dua bulan terakhir, kasus perampokan banyak terjadi di Tanah Air, termasuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pihak kepolisian pun semakin waspada dan meningkatkan kesiapannya karena perampokan tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga meningkat secara kualitas. Perampok tidak hanya membawa senjata tajam, tetapi sudah membawa senjata api dan mereka tidak segan untuk menembakkannya.
Perampokan memang sedang jadi sorotan publik. Itu sebabnya polisi bertindak sigap dan cepat dalam merespons laporan perampokan. Kamis (26/8/2010) sore, jajaran Kepolisian Sektor Babelan, Kabupaten Bekasi, mendapat laporan perampokan di Kampung Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan.
Perampokan itu terjadi di Toko Sumber Mas Motor, sebuah bengkel sekaligus toko suku cadang sepeda motor di Kampung Ujung Harapan dan menimpa pemiliknya, AF (40) alias Arief. Korban mengaku disatroni kawanan perampok dan akibatnya, dia kehilangan uang sekitar Rp 17 juta.
Polisi pun segera menanggapi laporan itu. Mereka memeriksa pemilik bengkel dan meminta keterangan dari warga sekitar bengkel. Hari itu juga polisi menggelar reka ulang perampokan berdasarkan pengakuan korban. Nah, dalam pemeriksaan serta gelar reka ulang itulah polisi menemukan kejanggalan.
”Kejanggalannya, diantaranya, tak ada saksi dari warga yang menguatkan kejadian itu. Korban mengaku perampoknya berjumlah empat orang dan mereka bersepeda motor, tetapi tidak ada warga yang melihat sepeda motor di depan bengkel korban,” kata Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kabupaten Komisaris Besar Setija Junianta, Sabtu (28/8/2010).
Polisi juga memperoleh keterangan tentang kondisi keuangan korban perampokan itu. Dalam keterangannya, Jumat, Kepala Polsek Babelan Ajun Komisaris M Rosid mengatakan, Arief mengakui sedang terbelit utang dan pembayarannya mendekati jatuh tempo.
Korban perampokan ini kembali diperiksa di Polsek Babelan dan kali ini dia diperiksa terkait dugaan laporan palsu. ”Perbuatannya itu dapat dijerat dengan pasal memberikan laporan palsu,” kata Setija. Namun, sampai saat ini polisi belum menjadikan pemilik bengkel dan toko suku cadang sepeda motor itu sebagai tersangka atas keterangan palsu karena polisi belum menerima laporan kasus perampokan yang terjadi Kamis lalu.
Arief sendiri enggan berkomentar panjang tentang perbuatannya itu. ”Sudah ya, Mas, sudah cukup. Saya minta maaf kepada semuanya, khususnya kepada bapak polisi dan masyarakat sekitar, ” katanya. (Kompas Cetak)
Perampokan memang sedang jadi sorotan publik. Itu sebabnya polisi bertindak sigap dan cepat dalam merespons laporan perampokan. Kamis (26/8/2010) sore, jajaran Kepolisian Sektor Babelan, Kabupaten Bekasi, mendapat laporan perampokan di Kampung Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan.
Perampokan itu terjadi di Toko Sumber Mas Motor, sebuah bengkel sekaligus toko suku cadang sepeda motor di Kampung Ujung Harapan dan menimpa pemiliknya, AF (40) alias Arief. Korban mengaku disatroni kawanan perampok dan akibatnya, dia kehilangan uang sekitar Rp 17 juta.
Polisi pun segera menanggapi laporan itu. Mereka memeriksa pemilik bengkel dan meminta keterangan dari warga sekitar bengkel. Hari itu juga polisi menggelar reka ulang perampokan berdasarkan pengakuan korban. Nah, dalam pemeriksaan serta gelar reka ulang itulah polisi menemukan kejanggalan.
”Kejanggalannya, diantaranya, tak ada saksi dari warga yang menguatkan kejadian itu. Korban mengaku perampoknya berjumlah empat orang dan mereka bersepeda motor, tetapi tidak ada warga yang melihat sepeda motor di depan bengkel korban,” kata Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kabupaten Komisaris Besar Setija Junianta, Sabtu (28/8/2010).
Polisi juga memperoleh keterangan tentang kondisi keuangan korban perampokan itu. Dalam keterangannya, Jumat, Kepala Polsek Babelan Ajun Komisaris M Rosid mengatakan, Arief mengakui sedang terbelit utang dan pembayarannya mendekati jatuh tempo.
Korban perampokan ini kembali diperiksa di Polsek Babelan dan kali ini dia diperiksa terkait dugaan laporan palsu. ”Perbuatannya itu dapat dijerat dengan pasal memberikan laporan palsu,” kata Setija. Namun, sampai saat ini polisi belum menjadikan pemilik bengkel dan toko suku cadang sepeda motor itu sebagai tersangka atas keterangan palsu karena polisi belum menerima laporan kasus perampokan yang terjadi Kamis lalu.
Arief sendiri enggan berkomentar panjang tentang perbuatannya itu. ”Sudah ya, Mas, sudah cukup. Saya minta maaf kepada semuanya, khususnya kepada bapak polisi dan masyarakat sekitar, ” katanya. (Kompas Cetak)
Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Metropolitan Terbaru
BERITA TERKINI
- Anggota Armed Boyong Hadiah Utama Jalan Santai
- Ini Kekayaan Angelina Sondakh
- Sempat Ditutup, Bandara Supadio Kembali Beroperasi
- Ke Makam Ayahnya, Aliyah Massaid Tak Ditemani Angie
- Heran Kenapa Cuma Angie yang Tersangka
- Rumah Angelina Sondakh Sepi Jelang Tahlilan
- Masuk Angin Mendadak? Jangan Dipijat, Itu Jantung…
- Salju Tebal , 350 Penerbangan di Inggris Batal
- Dua Pemain Anyar Juve Masuk Skuad Hadapi Siena
- Warga Gelar "Nganggung" Maulid Nabi
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
