Minggu, 5 Februari 2012
Tribunnews.com

Syaukani Sewa Dua Helikopter untuk Mudik

Tribunnews.com - Minggu, 29 Agustus 2010 17:47 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Syaukani Sewa Dua Helikopter untuk Mudik
Manatn Bupati Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Syaukani Hassan Rais. 

EMPAT BULAN DI CIPINANG
TERPIDANA enam tahun kasus korupsi Syaukani mendapat pengampunan (grasi) berupa potongan masa hukuman tiga tahun penjara dari Presiden SBY. Artinya, hukumannya hanya tiga tahun penjara dan selesai dijalani terhitung awal tahun 2010 ini. Syaukani yang mendapat julukan bupati terkaya se-Indonesia ini hanya empat bulan berada di LP Cipinang. Ia juga mampu membayar ganti rugi akibat empat kasusnya, senilai Rp 49,6 miliar.

Empat kasus yang membelit Syaukani adalah menyalahgunakan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat. Sepanjang 2001-2005, Syaukani berhasil meraup dana sebesar Rp 93,204 miliar dari hasil korupsinya.

Namun, sekitar pukul 09.15 WIB, akhirnya Syaukani benar-benar melenggang bebas dan meninggalkan Gedung RSCM Jakarta. Syaukani dan rombongan take off dari bandara Soekarno-Hatta menuju bandara Sepinggan Balikpapan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Kepulangan mantan bupati Kutai Kertanagara Syaukani Hassan Rais yang tengah menderita lumpuh dan saraf, menuju kampung halamannya di Tenggarong, Kalimantan Timur, dipastikan menghabiskan banyak biaya.

Pasalnya, selain menggunakan jasa mobil ambulan milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airlines, Syaukani juga menyewa helikopter dari Gatari (Kutai Flight Service) yang akan membawanya dari Bandara Sepinggan, Balikpapan, menuju salah satu heliped yang terdekat dari rumah dinas anak keduanya yang kini menjadi Bupati Kukar, Rita Wedyasari.

"Iya, nanti bapak dibawa ke tempat Bu Rita," ujar putri pertama Syaukani, Selvi Agustina, saat masih berada di RSCM, Jakarta, Minggu (29/8/2010) pagi.

Saat di rumah sakit itu, Selvi juga sempat memberitahu Syaukani bahwa ia akan diangkut dengan helikopter. "Bapak nanti naik helikopter. Senang nda, mau pulang ke Rita," ujar Selvi.

Mendengar penyataan anaknya seperti itu, Syaukani menyambutnya dengan tersenyum.

Salah satu orang dekat Syaukani mengatakan bahwa helikopter yang disewa keluarga Syaukani berjumlah dua unit. "Pak Syaukani dari bandara naik helikopter. Ada heli yang disiapkan, satu untuk pasien dan keluarga dan satu lagi untuk rombongan wartawan lokal," ujarnya saat tiba di bandara Sepinggan.

Salah satu petugas tim medis yang ikut mendampingi Syaukani selama di pesawat mengatakan, Syaukani yang tidak bisa bangun setidaknya memerlukan 9 kursi (sheet) agar bisa tetap berbaring di dalam pesawat. "Nanti bapak pakai 9 sheet," ujar petugas medis yang enggan disebut namanya.

Selvi menambahkan, untuk keluarga dan pegawai yang ikut dalam rombongan ini mencapai 9 orang. Artinya, setidaknya diperlukan 18 tiket hanya untuk memulangkan Syaukani ke kampung halamannya menggunakan pesawat komersil Garuda tersebut. "Saya cuma dapat 9 tiket. Itu juga dipaksa-paksain dapatnya. Karena sudah mau lebaran, agak susah," ujar Selvi.(*)

Penulis: Abdul Qodir  |  Editor: Juang Naibaho
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup