TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Dua Oknum Polisi Diringkus Setelah Memeras Warga
Tribunnews.com - Senin, 30 Agustus 2010 16:44 WIB

IST
ilustrasi
Berita Lainnya
TRIBUNNEWS.COM, TANGSEL - Anggota
Kesatuan Reserse Kriminal Polsek Pamulang meringkus dua oknum polisi
bersama rekanannya dari sipil di perempatan Gaplek Pamulang, Minggu
(29/8/2010) dini hari.
Diduga kedua oknum polisi ini telah melakukan pemerasan kepada warga yang sedang bermain kartu di jalan Srikandi, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan.
Menurut keterangan korban yang namanya enggan disebut identitasnya mengatakan, dirinya bersama rekannya sedang bermain kartu remi di sebuah rumah kontrakkan.
Saat asyik bermain, datang 4 orang bertubuh besar dan kekar berpakaian preman dengan mengendarai mobil kijang warna krem bernopol F 1204 HB yang bergegas masuk ke kontrakan tersebut dengan menodongkan senjata api kepada dirinya.
"Kami terkejut sekali. Kemudian mengambil semua barang-barang kami serta mengacak-acak kami waktu main kartu. Bahkan ketiga teman kami dibawa," kata korban di Polsek Pamulang yang mengaku bekerja sebagai kuli bangunan, Senin (30/8/2010).
Keempat pria ini kemudian bergegas pergi. "Lalu oknum itu menelepon untuk minta tebusan sebesar 4 juta guna melepas temannya agar tidak dibawa ke kantor polisi,"imbuhnya.
Korban ditelpon oleh oknum polisi yang menggerebeknya untuk bertemu di salah satu tempat yang sudah ditentukan.
"Mereka telpon saya dan minta bertemu di Gintung untuk mengantarkan uang ini, lalu saya antarkan dan teman saya dibebaskan langsung
oleh dirinya," tandasnya.
Setelah menyerahkan uang, 4 pria ini langsung meninggalkan korban dan bergegas pergi ke arah Parung dan mengancam korban agar tidak memberitahukan kepada pihak manapun.
Dengan kejadian ini, ia bersama kawannya berinisiatif untuk menelepon pihak Kepolisian Polsek Pamulang guna mengetahui keberadaan teman-temannya. Namun, pihak kepolisian Pamulang membantah tentang
penggerebekan tersebut.
"Anggota Polsek Pamulang mengatakan pihaknya tidak ada razia pada malam ini, pun kalau ada, pasti salah satu anggota ada yang berpakaian dinas,"“ terangnya dia.
Bermodalkan laporan tersebut, pihak kepolisian Pamulang langsung melakukan penyisiran terhadap pelaku yang menggunakan senpi dan mencari mobil yang digunakan oleh oknum tersebut di wilayahnya.
Ternyata, pihak Kepolisian telah mencium pergerakan mereka, lalu mobil pelaku dibuntuti sampai ke perempatan Gaplek, mereka ditangkap disaat sedang membagi hasil uang perasan itu.
Diduga kedua oknum polisi ini telah melakukan pemerasan kepada warga yang sedang bermain kartu di jalan Srikandi, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan.
Menurut keterangan korban yang namanya enggan disebut identitasnya mengatakan, dirinya bersama rekannya sedang bermain kartu remi di sebuah rumah kontrakkan.
Saat asyik bermain, datang 4 orang bertubuh besar dan kekar berpakaian preman dengan mengendarai mobil kijang warna krem bernopol F 1204 HB yang bergegas masuk ke kontrakan tersebut dengan menodongkan senjata api kepada dirinya.
"Kami terkejut sekali. Kemudian mengambil semua barang-barang kami serta mengacak-acak kami waktu main kartu. Bahkan ketiga teman kami dibawa," kata korban di Polsek Pamulang yang mengaku bekerja sebagai kuli bangunan, Senin (30/8/2010).
Keempat pria ini kemudian bergegas pergi. "Lalu oknum itu menelepon untuk minta tebusan sebesar 4 juta guna melepas temannya agar tidak dibawa ke kantor polisi,"imbuhnya.
Korban ditelpon oleh oknum polisi yang menggerebeknya untuk bertemu di salah satu tempat yang sudah ditentukan.
"Mereka telpon saya dan minta bertemu di Gintung untuk mengantarkan uang ini, lalu saya antarkan dan teman saya dibebaskan langsung
oleh dirinya," tandasnya.
Setelah menyerahkan uang, 4 pria ini langsung meninggalkan korban dan bergegas pergi ke arah Parung dan mengancam korban agar tidak memberitahukan kepada pihak manapun.
Dengan kejadian ini, ia bersama kawannya berinisiatif untuk menelepon pihak Kepolisian Polsek Pamulang guna mengetahui keberadaan teman-temannya. Namun, pihak kepolisian Pamulang membantah tentang
penggerebekan tersebut.
"Anggota Polsek Pamulang mengatakan pihaknya tidak ada razia pada malam ini, pun kalau ada, pasti salah satu anggota ada yang berpakaian dinas,"“ terangnya dia.
Bermodalkan laporan tersebut, pihak kepolisian Pamulang langsung melakukan penyisiran terhadap pelaku yang menggunakan senpi dan mencari mobil yang digunakan oleh oknum tersebut di wilayahnya.
Ternyata, pihak Kepolisian telah mencium pergerakan mereka, lalu mobil pelaku dibuntuti sampai ke perempatan Gaplek, mereka ditangkap disaat sedang membagi hasil uang perasan itu.
Penulis: Iwan Taunuzi | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Metropolitan Terbaru
BERITA TERKINI
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
- Angelina: Saya Bawa Anak-anak Biar Kuat
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
- Warga Tanralili Rayakan Maulid Bersama Bupati
- Dzikir Akbar Usai Sebagian Jalan di Jakpus Macet
- 17 Universitas di Sulawesi Terancam Jadi Sekolah Tinggi
- Bangunan Medali Beijing Sebabkan kekhawatiran di Cina
- Dua Pemain Anyar Juve Langsung Masuk Skuad Hadapi…
- Anggota Armed Boyong Hadiah Utama Jalan Santai
- Ini Kekayaan Angelina Sondakh
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
