TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Korban Paskibra "Lari Bugil" Tambah Satu lagi
Tribunnews.com - Selasa, 31 Agustus 2010 02:56 WIB

tribunnews.com/herudin
DETIK-DETIK KEMERDEKAAN- Paskibraka asal Bengkalis, Riau, Arty Ardhila, membawa baki yang akan mejadi wadah Sang Saka Merah Putih pada upacara Detik-detik HUT Kemerdekaan RI ke 65 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (17/8/2010).
Berita Lainnya
Laporan Tribunnews.com, Ferdinand
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Korban paskibra yunior yang mengalami pelecehan seksual dengan lari bugil mandi tiap pagi sore bertambah satu lagi yang melapor. Kali ini laporan dari orang tua anggota paskibra yunior inisial S yang akan menyampaikan laporan bersamaan dengan pemeriksaan satu orang tua yang sudah terlebih dulu melapor 25 Agustus lalu.
Logikanya, tidak hanya satu atau dua yang mengalami pelecehan seksual itu. Karena anggota paskibra yunior putri ada 15 orang dan putra juga 15 orang.
Hal itu diakui oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar. Namun tidak semua orangtua korban melapor karena ada unsur psikologis dan urusan internal mereka.
Menurut rencana, Selasa (31/8/2010) ini, orang tua anggota paskribra yang menjadi korban pelecehan seksual akan diperiksa lagi untuk memperjelas laporan dan kejadian yang sebenarnya.
.
Kasus pemaksaan "lari bugil" yang dialami seorang paskibra dari DKI Jakarta diduga terjadi ketika dalam pengawasan empat anggota paskibra senior putri.
Seperti diberitakan, calon anggota paskibra dari Provinsi DKI diduga mendapat perlakuan asusila ketika menjalani masa orientasi di Cibubur pada 2-6 Juli 2010. Mereka antara lain diduga telah diperintah oleh anggota paskibra senior untuk berlari dari barak tidur ke barak mandi maupun sebaliknya dalam kondisi bugil dan itu dilakukan tiap hari 2 kali saat akan mandi.
Senior putra maupun putri mengawasi pembinaan paskibra di barak tertutup dan terpisah antara putri dan putra. Barak putri terdiri dari 15 orang anggota paskibra yunior, demikian pula barak putra. Dari 30 orang tersebut, dua di antaranya dikirim sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) tingkat nasional.
Penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya akan melakukan pemeriksaan terhadap Lauren, orangtua Paskibra DKI Jakarta, Selasa (31/08/2010). Penyidik akan memeriksa orangtua yang anaknya diduga telah menjadi korban pelecehan oleh seniornya.
Polisi juga masih menunggu orangtua korban lainya yang akan melaporkan kasus pelecehan tersebut ke unit PPA.
"Inisialnya S, dia orangtua korban, rencananya mau hadir melengkapi (pemeriksaan) dalam minggu ini" pungkasnya.
Sejauh ini, baru satu orangtua yang memberanikan diri melaporkan perlakuan asusila tersebut. Tambah satu lagi yang sudah melapor namun belum lengkap.
Lebih lanjut, Boy juga menerangkan mengapa hanya orangtua yang mengadukan kasus tersebut ke polisi. Alasannya, anak mereka terkendala faktor psikologis. (*)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Korban paskibra yunior yang mengalami pelecehan seksual dengan lari bugil mandi tiap pagi sore bertambah satu lagi yang melapor. Kali ini laporan dari orang tua anggota paskibra yunior inisial S yang akan menyampaikan laporan bersamaan dengan pemeriksaan satu orang tua yang sudah terlebih dulu melapor 25 Agustus lalu.
Logikanya, tidak hanya satu atau dua yang mengalami pelecehan seksual itu. Karena anggota paskibra yunior putri ada 15 orang dan putra juga 15 orang.
Hal itu diakui oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar. Namun tidak semua orangtua korban melapor karena ada unsur psikologis dan urusan internal mereka.
Menurut rencana, Selasa (31/8/2010) ini, orang tua anggota paskribra yang menjadi korban pelecehan seksual akan diperiksa lagi untuk memperjelas laporan dan kejadian yang sebenarnya.
.
Kasus pemaksaan "lari bugil" yang dialami seorang paskibra dari DKI Jakarta diduga terjadi ketika dalam pengawasan empat anggota paskibra senior putri.
Seperti diberitakan, calon anggota paskibra dari Provinsi DKI diduga mendapat perlakuan asusila ketika menjalani masa orientasi di Cibubur pada 2-6 Juli 2010. Mereka antara lain diduga telah diperintah oleh anggota paskibra senior untuk berlari dari barak tidur ke barak mandi maupun sebaliknya dalam kondisi bugil dan itu dilakukan tiap hari 2 kali saat akan mandi.
Senior putra maupun putri mengawasi pembinaan paskibra di barak tertutup dan terpisah antara putri dan putra. Barak putri terdiri dari 15 orang anggota paskibra yunior, demikian pula barak putra. Dari 30 orang tersebut, dua di antaranya dikirim sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) tingkat nasional.
Penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya akan melakukan pemeriksaan terhadap Lauren, orangtua Paskibra DKI Jakarta, Selasa (31/08/2010). Penyidik akan memeriksa orangtua yang anaknya diduga telah menjadi korban pelecehan oleh seniornya.
Polisi juga masih menunggu orangtua korban lainya yang akan melaporkan kasus pelecehan tersebut ke unit PPA.
"Inisialnya S, dia orangtua korban, rencananya mau hadir melengkapi (pemeriksaan) dalam minggu ini" pungkasnya.
Sejauh ini, baru satu orangtua yang memberanikan diri melaporkan perlakuan asusila tersebut. Tambah satu lagi yang sudah melapor namun belum lengkap.
Lebih lanjut, Boy juga menerangkan mengapa hanya orangtua yang mengadukan kasus tersebut ke polisi. Alasannya, anak mereka terkendala faktor psikologis. (*)
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Iswidodo
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Bangunan Medali Beijing Sebabkan kekhawatiran di Cina
- Dua Pemain Anyar Juve Langsung Masuk Skuad Hadapi…
- Anggota Armed Boyong Hadiah Utama Jalan Santai
- Ini Kekayaan Angelina Sondakh
- Sempat Ditutup, Bandara Supadio Kembali Beroperasi
- Ke Makam Ayahnya, Aliyah Massaid Tak Ditemani Angie
- Heran Kenapa Cuma Angie yang Tersangka
- Rumah Angelina Sondakh Sepi Jelang Tahlilan
- Masuk Angin Mendadak? Jangan Dipijat, Itu Jantung…
- Salju Tebal , 350 Penerbangan di Inggris Batal
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
