Minggu, 5 Februari 2012
Tribunnews.com

Gara-gara Cinta Seorang Dokter Tewas Terjatuh dari Cerobong Asap

Tribunnews.com - Kamis, 2 September 2010 10:42 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Gara-gara Cinta Seorang Dokter Tewas Terjatuh dari Cerobong Asap
AP
Jacquelyn Kotarac
TRIBUNNEWS.COM - Demi mengejar kekasih yang dicintainya, seorang dokter bernama Jacquelyn Kotarac (49) tewas setelah berusaha masuk ke rumah sang kekasih melalui cerobong asap. Demikian diberitakan AP, Kamis (2/9/2010). Tubuhnya ditemukan tiga hari kemudian.

Hubungan antara sang kekasih yang bernama William Moodie (58) memang selalu dalam kondisi memanas. Setelah mereka kembali bertengkar, Kotarac berusaha mencoba masuk ke rumah sang kekasih dengan menyekop abu dan kemudian memanjat melalui tangga menuju atap, Rabu malam, pekan lalu.

Ia kemudian memindahkan penutup cerobong ia kemudian meluncur turun. Demikian disampaikan seorang petugas kepolisian Bakersfield Sersan Mary DeGeare di California, Amerika Serikat (AS).

Saat ia berusaha masuk dengan merusak, pria yang ia kejar kemudian lari karena tidak ingin bertengkar. Si pria ini kemudian angkat bicara. "Ia selalu membuat pernyataan negatif dan semua orang tak mengerti mengapa. Sayangnya, ia sudah meninggal dunia. Ia memiliki masalah namun saya tidak pernah kehilangan penghargaan atas dirinya," jelasnya.

Moodie bekerja sebagai insinyur di sebuah perusahaan konsultasi dan Kotarac adalah ahli penyakit dalam yang memberikan pelayanan gratis kepada pasiennya. Ia menolak lebih lanjut berbicara mengenai tabiat Kotarac dan menyatakan lebih suka berbicara mengenai kebaikan sang dokter saat masih hidup.

Kotarac tewas di dalam cerobong asap namun tubuhnya tidak ditemukan sampai penjaga rumah mencium bau tak sedap dari pemanas ruangan. Penjaga rumah kemudian mencari tahu dan menemukan Kotarac tewas di ketinggian lima kaki di bagian atas interior pemanas ruangan.

Petugas pemadam kebakaran menghabiskan waktu selama lima jam untuk mengeluarkan mayat Kotarac. Petugas di kantor Kotarac melapor ke petugas setelah ia tidak pernah terlihat di kantornya sementara kendaraan dan sejumlah barang-barangnya masih ada di dekat rumah si pria pujaan hatinya.

Penulis: Widiyabuana Andarias  |  
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup