TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
KPAI: Gubernur Harus Bertanggungjawab
Tribunnews.com - Kamis, 2 September 2010 17:13 WIB

Tribunnews.com/Ismanto
Pasukan Pengibar Bendera pada upacara 17 Agustus 2007
Berita Terkait: Pelecehan Paskibra
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmalia Rekso P
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap Gubernur DKI Jakarta mau bertanggung jawab atas kasus pelecehan terhadap 28 Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) DKI Jakarta, 2010.
"Gubernur harus mengambil tindakan, salah satunya, ya menghukum Disorda (Dinas Pemuda dan Olahraga DKI)," tutur Hadi Supeno usai menghelat konferensi pers mengenai pelecehan yang menimpa Paskibra DKI 2010, di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2010).
Menurutnya, kesalahan Disorda adalah lalai dari tindakan pengawasan terhadap proses pendidikan Paskibra, sehingga muncul kesempatan bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan tindak pelecehan itu.
"Yang menikmati keberhasilan anak-anak (Paskibra) kan Pemda (DKI). Jangan mau baiknya saja, ketika terjadi (kasus) seperti ini jangan lari dari tanggung jawab dong, ini kan Pemda yang bertanggung jawab," ujar Hadi
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa indikasi kelambanan dalam penanganan juga terlihat dari pihak Polda Metro Jaya. Menurutnya, hal ini harus ditangani secepatnya, karena jika tidak akan berpotensi mengganggu tindakan belajar mengajar para korban yang masih duduk di bangku SMU itu. (Tribunnews/Nurmulia Rekso P).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap Gubernur DKI Jakarta mau bertanggung jawab atas kasus pelecehan terhadap 28 Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) DKI Jakarta, 2010.
"Gubernur harus mengambil tindakan, salah satunya, ya menghukum Disorda (Dinas Pemuda dan Olahraga DKI)," tutur Hadi Supeno usai menghelat konferensi pers mengenai pelecehan yang menimpa Paskibra DKI 2010, di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2010).
Menurutnya, kesalahan Disorda adalah lalai dari tindakan pengawasan terhadap proses pendidikan Paskibra, sehingga muncul kesempatan bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan tindak pelecehan itu.
"Yang menikmati keberhasilan anak-anak (Paskibra) kan Pemda (DKI). Jangan mau baiknya saja, ketika terjadi (kasus) seperti ini jangan lari dari tanggung jawab dong, ini kan Pemda yang bertanggung jawab," ujar Hadi
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa indikasi kelambanan dalam penanganan juga terlihat dari pihak Polda Metro Jaya. Menurutnya, hal ini harus ditangani secepatnya, karena jika tidak akan berpotensi mengganggu tindakan belajar mengajar para korban yang masih duduk di bangku SMU itu. (Tribunnews/Nurmulia Rekso P).
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo | Editor: Anwar Sadat Guna
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

