TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
80.933 Lembar Uang Palsu Didapati Beredar di Masyarakat
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 18:07 WIB
"Yang ditemukan dari perbankan masyarakat sebanyak 27.927 lembar,"
Muhammad Dahlan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri bersama dengan bidang peredaran uang Bank Indonesia berhasil menyita sebanyak 80.933 uang palsu yang beredar di tengah-tengah masyarakat dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2010.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 58.203 lembarnya didapatkan dari hasil operasi penindakan Direktorat II Bareskrim Polri.
"Yang ditemukan dari perbankan masyarakat sebanyak 27.927 lembar,"
kata Direktur Direktorat Pengedaran Uang BI, Muhammad Dahlan, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Dari temuan Direktorat II Ekonomi Khusus tersebut, diketahui, lembaran uang yang paling banyak dipalsukan adalah lembaran uang pecahan Rp 100.000, yaitu sebanyak 136 lembar uang yang jika dinominalkan mencapai kisaran jumlah Rp 2.713.600.000.
Sementara itu lembaran uang pecahan Rp 50.000 menduduki peringkat kedua yang paling banyak dipalsukan. Total ada 14.479 lembar uang
pecahan Rp 50.000 yang dipalsukan yang jika dinominalkan keseluruhannya mencapai kisaran angka jumlah Rp 732.950.000.
"Lalu uang Rp 20.000, sebanyak 5.783 lembar. Nilai nominal Rp
114.760.000, dan uang pecahan Rp 5.000 sebanyak delapan lembar dengan
nilai nominal keseluruhan Rp 40.000," tuturnya.
Secara keseluruhan, jika digabungkan dengan temuan BI dari masyarakat,
ada 39.703 lembar uang pecahan Rp 100.000 yang dipalsukan, 29.248
lembar uang pecahan Rp 50.000, 9.275 lembar uang pecahan Rp 20.000,
1.724 lembar uang pecahan Rp 10.000 yang juga dipalsukan.
"Ada juga uang Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp. 1000 yang dipalsukan," lengkapnya.
Uang-uang itu diedarkan secara khusus di wilayah jawa Barat, Sukabumi,
Bogor, Bandung, Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara, Samarinda,
Balikpapan, Jawa Timur, Pasuruan, Kediri, Malang, Polda Metro Jaya
termasuk Banten.
"Paling banyak adalah Jawa Tengah sampai Rp 4,1 miliar. (Tersangka) IS dan S kan (diadili) di pengadilan Semarang," jelasnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 58.203 lembarnya didapatkan dari hasil operasi penindakan Direktorat II Bareskrim Polri.
"Yang ditemukan dari perbankan masyarakat sebanyak 27.927 lembar,"
kata Direktur Direktorat Pengedaran Uang BI, Muhammad Dahlan, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Dari temuan Direktorat II Ekonomi Khusus tersebut, diketahui, lembaran uang yang paling banyak dipalsukan adalah lembaran uang pecahan Rp 100.000, yaitu sebanyak 136 lembar uang yang jika dinominalkan mencapai kisaran jumlah Rp 2.713.600.000.
Sementara itu lembaran uang pecahan Rp 50.000 menduduki peringkat kedua yang paling banyak dipalsukan. Total ada 14.479 lembar uang
pecahan Rp 50.000 yang dipalsukan yang jika dinominalkan keseluruhannya mencapai kisaran angka jumlah Rp 732.950.000.
"Lalu uang Rp 20.000, sebanyak 5.783 lembar. Nilai nominal Rp
114.760.000, dan uang pecahan Rp 5.000 sebanyak delapan lembar dengan
nilai nominal keseluruhan Rp 40.000," tuturnya.
Secara keseluruhan, jika digabungkan dengan temuan BI dari masyarakat,
ada 39.703 lembar uang pecahan Rp 100.000 yang dipalsukan, 29.248
lembar uang pecahan Rp 50.000, 9.275 lembar uang pecahan Rp 20.000,
1.724 lembar uang pecahan Rp 10.000 yang juga dipalsukan.
"Ada juga uang Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp. 1000 yang dipalsukan," lengkapnya.
Uang-uang itu diedarkan secara khusus di wilayah jawa Barat, Sukabumi,
Bogor, Bandung, Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara, Samarinda,
Balikpapan, Jawa Timur, Pasuruan, Kediri, Malang, Polda Metro Jaya
termasuk Banten.
"Paling banyak adalah Jawa Tengah sampai Rp 4,1 miliar. (Tersangka) IS dan S kan (diadili) di pengadilan Semarang," jelasnya.
Penulis: Vanroy Pakpahan | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Din Syamsudin: Agama Harus Jadi Pemecah Konflik
- Lima Elemen dalam Bank Mandiri Feng Shui Card
- Setahun Adjie Massaid Meninggal, Zahwa Curhat
- Perencanaan Investasi Masyarakat Masih Minim
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
- Angelina: Saya Bawa Anak-anak Biar Kuat
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
