TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Ansyad Mbai Geram Densus Jadi Kambing Hitam
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 19:41 WIB

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
SISIR WILAYAH- Anggota Densus 88 Anti Teror, bersama anggota Polda Jabar, dan Tim dari Mabes Polri, menyisir wilayah sekitar kontrakan milik Joko, yang didiami Fachri (tersangka teroris) bersama dua orang temannnya, Sabtu (7/8/2010) di Kampung Sukaluyu, RT 02 RW 12, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kabupaten Bandung.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Desk Antiteror Kementrian Polhukam, Ansyad Mai mengaku geram melihat kenyataan bahwa Datasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror selalu menjadi kambing hitam.
Pasalnya, Densus 88 dinilai telah melanggar HAM saat beroperasi melakukan penggerebekan pelaku terorisme.
"Kenapa Densus 88 tertutup karena ia tidak mempunyai kawan. Apabila satu bom meledak seolah seluruh masyarakat Indonesia menyuruhnya untuk menyelesaikannyka. Tapi setelah menangkap pelaku Densus dicemooh telah melakukan pelanggaran HAM," kata Ansyad Mbai pada acara diskusi bertajuk“Problematika Penanganan Masalah Terorisme yang diselenggarakan oleh Imparsial di Hotel Aryaduta, Jumat (3/9/2010).
Menurutnya ini akan menyebabkan terjadinya demoralisasi bagi Densus 88. Anggapan inimunsul dikarenakan terorisme belum dianggap sebagai musuh bangsa. Bahkan pelaku terorisme bisa menghakimi Densus melalui media massa.
"Teroris ini masih dianggap sebagai musuh polisi terlebih Densus. Ini hambatan terbesar," tandasnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Desk Antiteror Kementrian Polhukam, Ansyad Mai mengaku geram melihat kenyataan bahwa Datasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror selalu menjadi kambing hitam.
Pasalnya, Densus 88 dinilai telah melanggar HAM saat beroperasi melakukan penggerebekan pelaku terorisme.
"Kenapa Densus 88 tertutup karena ia tidak mempunyai kawan. Apabila satu bom meledak seolah seluruh masyarakat Indonesia menyuruhnya untuk menyelesaikannyka. Tapi setelah menangkap pelaku Densus dicemooh telah melakukan pelanggaran HAM," kata Ansyad Mbai pada acara diskusi bertajuk“Problematika Penanganan Masalah Terorisme yang diselenggarakan oleh Imparsial di Hotel Aryaduta, Jumat (3/9/2010).
Menurutnya ini akan menyebabkan terjadinya demoralisasi bagi Densus 88. Anggapan inimunsul dikarenakan terorisme belum dianggap sebagai musuh bangsa. Bahkan pelaku terorisme bisa menghakimi Densus melalui media massa.
"Teroris ini masih dianggap sebagai musuh polisi terlebih Densus. Ini hambatan terbesar," tandasnya.
Penulis: Iwan Taunuzi | Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Mengapa Nania Idol Hilang Dari Dunia Musik? Lihat…
- Kondisi THR Mengundang Aksi Maksiat
- Aksi Jambret Marak di Atambua
- Resmi Jadi Titisan Suzana, Julia Perez Fokus Main…
- Pengunjung Car Free Day Nikmati Sajian Cap Go Meh
- Apa Kabar Rida ? TKI Malang yang Tak Boleh Pulang
- Astrid Ellena Anak di Luar Nikah
- Anak Main Pemantik, 4 Rumah Jadi Arang
- Persipon Pontianak Lolos ke Putaran Dua Divisi I
- Ritual Terakhir Julia Perez Agar Menjadi Titisan Suzana
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
