TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Arafat: Saya Lihat langsung Pambudi Terima Rp 1 Miliar
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 16:06 WIB

TRIBUNNEWS.COM/BIAN H
Kompol Mohammad Arafat Enanie
Berita Terkait: Sidang Kompol Arafat
Laporan wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fakta baru terkuak dalam pemeriksaan terdakwa penyuapan Komisaris Polisi Mohd Arafat Enanie di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010). Arafat menyebut mantan Kanitnya, Kombes Pol Pambudi Pamungkas menerima Rp 1 miliar dan uang itu tidak turun ke bawahannya.
Menurut Arafat, waktu itu Haposan memberikan Pambudi 50 ribu dollar AS, tapi mengeluh lantaran kurang. Akhirnya Pambudi juga mendapat tambahan 50 ribu dollar AS. "Kanit Kombes Pambudi terima Rp 1 miliar. Saya lihat sendiri di depan mata," ujar Arafat.
Ketika ditanya ketua majelis hakim Haswandi, berapa kemudian yang dibagi Pambudi, Arafat mengaku tak menerima. "Tidak dibagi pak. Pambudi sudah terkenal kalau (uang) sudah di tangan beliau tidak turun ke bawah," sambungnya. Itulah yang membuat Arafat mengatakan Pambudi tak jujur.
Diketahui, Pambudi menjabat sebagai Kanit III bidang Pajak dan Asuransi. Haposan menurut Arafat, pernah meminta langsung Pambudi untuk ijin melanjutkan pemeriksaan Gayus di luar saja. Bahkan Haposan mengatakan kepada Arafat dari jarak empat meter untuk hentikan penyidikan.
Akhirnya, Arafat tak percaya begitu saja Haposan dan datangi ruangan Pambudi. "Pak (Pambudi) ini saya sedang meriksa Gayus, Haposan minta keluar. Dijawab ya udah kamu periksa di luar. Konfirmasi pak (hakim) demi Allah," papar Arafat ketika ditanya apakah dia konfirmasi soal pemeriksaan di luar itu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fakta baru terkuak dalam pemeriksaan terdakwa penyuapan Komisaris Polisi Mohd Arafat Enanie di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010). Arafat menyebut mantan Kanitnya, Kombes Pol Pambudi Pamungkas menerima Rp 1 miliar dan uang itu tidak turun ke bawahannya.
Menurut Arafat, waktu itu Haposan memberikan Pambudi 50 ribu dollar AS, tapi mengeluh lantaran kurang. Akhirnya Pambudi juga mendapat tambahan 50 ribu dollar AS. "Kanit Kombes Pambudi terima Rp 1 miliar. Saya lihat sendiri di depan mata," ujar Arafat.
Ketika ditanya ketua majelis hakim Haswandi, berapa kemudian yang dibagi Pambudi, Arafat mengaku tak menerima. "Tidak dibagi pak. Pambudi sudah terkenal kalau (uang) sudah di tangan beliau tidak turun ke bawah," sambungnya. Itulah yang membuat Arafat mengatakan Pambudi tak jujur.
Diketahui, Pambudi menjabat sebagai Kanit III bidang Pajak dan Asuransi. Haposan menurut Arafat, pernah meminta langsung Pambudi untuk ijin melanjutkan pemeriksaan Gayus di luar saja. Bahkan Haposan mengatakan kepada Arafat dari jarak empat meter untuk hentikan penyidikan.
Akhirnya, Arafat tak percaya begitu saja Haposan dan datangi ruangan Pambudi. "Pak (Pambudi) ini saya sedang meriksa Gayus, Haposan minta keluar. Dijawab ya udah kamu periksa di luar. Konfirmasi pak (hakim) demi Allah," papar Arafat ketika ditanya apakah dia konfirmasi soal pemeriksaan di luar itu.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

