TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Gereja Pertama untuk Gay di Malaysia Dipenuhi Jemaat
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 17:15 WIB

IST
Reverend Ouyang Wen Feng
TRIBUNNEWS.COM - Reverend Ouyang Wen Feng bukan hanya pelayan Tuhan namun juga ia satu-satunya pastor di Malaysia yang mengaku gay.
Selain itu, ia juga mendirikan gereja gay nasional pertama yang mulai beroperasi di Kuala Lumpur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Meski menjadi gay adalah sebuah kejahatan di Malaysia dan bisa mendapat hukuma 20 tahun penjara di negara mayoritas Muslim itu, gereja Ouyang berhasil menarik umat Kristen yang gay untuk menghadiri misa minggu dan belajar Injil. Mereka berbondong-bondong datang.
"Kami bekerja untuk menarik orang-orang ke gereja dan bagi umat Kristen untuk muncul dan mengatakan jati diri sesungguhnya," ujar sang pastor yang sempat menikah selama sembilan tahun sebelum akhirnya ia mengaku sebagai gay pada tahun 2006.
"Apakah mereka gay atau normal atau pun biseksual, mereka memiliki orientasi seksual dan ini bukan sesuatu yang kami lakukan dan membuat kami menjadi gay," katanya.
Ouyang menambahkan gereja ini juga menerima kaum biseksual dan juga transeksual serta kaum heteroseksual untuk pelayanan keagamaan. Gereja ini memberikan bantuan kepada komunitas bahwa mereka tidak sendirian.
Ini merupakan salah satu upaya kampanye Ouyang untuk penerimaan kalangan gay di Malaysia di mana saat ini sudah mulai tumbuh di kalangan komunitas untuk terus melakukan perlawanan. "Saat saya masih muda, saya berharap seseorang yang baik, bisa dihargai dan dikagumi mengaku bahwa ia gay," ujar pria berusia 40 tahun ini. Di Malaysia, kalangan gay masih dianggap tabu di sela-sela masalah rasial dan juga agama di mana Malaysia juga memiliki kalangan minoritas seperti etnis China dan komunitas India.
Selain itu, ia juga mendirikan gereja gay nasional pertama yang mulai beroperasi di Kuala Lumpur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Meski menjadi gay adalah sebuah kejahatan di Malaysia dan bisa mendapat hukuma 20 tahun penjara di negara mayoritas Muslim itu, gereja Ouyang berhasil menarik umat Kristen yang gay untuk menghadiri misa minggu dan belajar Injil. Mereka berbondong-bondong datang.
"Kami bekerja untuk menarik orang-orang ke gereja dan bagi umat Kristen untuk muncul dan mengatakan jati diri sesungguhnya," ujar sang pastor yang sempat menikah selama sembilan tahun sebelum akhirnya ia mengaku sebagai gay pada tahun 2006.
"Apakah mereka gay atau normal atau pun biseksual, mereka memiliki orientasi seksual dan ini bukan sesuatu yang kami lakukan dan membuat kami menjadi gay," katanya.
Ouyang menambahkan gereja ini juga menerima kaum biseksual dan juga transeksual serta kaum heteroseksual untuk pelayanan keagamaan. Gereja ini memberikan bantuan kepada komunitas bahwa mereka tidak sendirian.
Ini merupakan salah satu upaya kampanye Ouyang untuk penerimaan kalangan gay di Malaysia di mana saat ini sudah mulai tumbuh di kalangan komunitas untuk terus melakukan perlawanan. "Saat saya masih muda, saya berharap seseorang yang baik, bisa dihargai dan dikagumi mengaku bahwa ia gay," ujar pria berusia 40 tahun ini. Di Malaysia, kalangan gay masih dianggap tabu di sela-sela masalah rasial dan juga agama di mana Malaysia juga memiliki kalangan minoritas seperti etnis China dan komunitas India.
Penulis: Widiyabuana Andarias |
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Internasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
- Angelina: Saya Bawa Anak-anak Biar Kuat
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
- Warga Tanralili Rayakan Maulid Bersama Bupati
- Dzikir Akbar Usai Sebagian Jalan di Jakpus Macet
- 17 Universitas di Sulawesi Terancam Jadi Sekolah Tinggi
- Bangunan Medali Beijing Sebabkan kekhawatiran di Cina
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
