Minggu, 5 Februari 2012
Tribunnews.com

Minuman Keras Picu 400 Ribu Kasus Perkelahian di Inggris

Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 01:45 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Lebih dari itu, gara gara minuman keras juga mengakibatkan lebih dari 15 ribu nyawa melayang, 400 ribu perkelahian,  pencurian, kekerasan seksual dan kejahatan lain juga dipicu oleh efek alkohol.
TRIBUNNEWS.COM- Mengerikan. Tiap hari ada sekitar 1.500 pria dan wanita masuk rumah sakit gara-gara minuman keras. Jumlah itu meningkat 65 persen dibanding 5 tahun silam.

Lebih dari itu, gara gara minuman keras juga mengakibatkan lebih dari 15 ribu nyawa melayang, 400 ribu perkelahian,  pencurian, kekerasan seksual dan kejahatan lain juga dipicu oleh efek alkohol.

Demikian peneliti Pusat Kesehatan Masyarakat dari Liverpool John Moores University melaporkan yang dirilis daily mail, Rabu kemarin. Penelitian itu masih fokus di Inggris untuk menggambarkan betapa banyak keburukan akibat alkohol di Inggris.

Pada 2008-2009 terdapat 606.799 orang dirawat di rumah sakit karena minuman keras.  Beberapa orang juga dirawat lebih dari sekali, hingga total ada  945.469 korban miras.

Berbagai penyakit yang ditimbulkan akibat mengonsumsi alkohol antara lain penyakit hati, kanker maupun kejiwaan, dan masalah perilaku menyimpang yang disebabkan oleh alkohol.

Belum lagi berbagai aksi perkelahian, kecelakaan mobil dan sebagainya yang disebabkan oleh miras.

Antara 2006 dan 2008, penyakit hati merenggut nyawa lebih dari 11.000 orang di Inggris. Angka ini diperkirakan meningkat dua kali lipat dalam 20 tahun  gara gara  pesta minuman keras. Penelitian ini melibatkan pria dan wanita selama 7 bulan terakhir.

Di daerah yang terkena dampak terburuk, harapan hidup manusia turun rata rata dua tahun dari standar nasional Inggris.
Lebih dari 415.059 kejahatan yang dipicu oleh minuman keras. (*)

Penulis: Iswidodo  |  
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup