TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Hanura: Penarikan Dubes di Malaysia Bukti Bangsa Berdaulat
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 23:51 WIB

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Massa Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar malaysia, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/8/2010). Massa yang membawa kado kotoran manusia, menentang aksi arogansi Malaysia terhadap kedaulatan Indonesia, dan mengkritik langkah-langkah Pemerintah yang dinilai terlalu lunak.
Berita Terkait: Indonesia dan Malaysia Memanas
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Hanura melalui Sekretaris Fraksinya di DPR, Saleh Hussein, mendesak agar pemerintah bersikap tegas terhadap perlakuan Malaysia. Bahkan, Hanura dengan tegas mengusulkan agar pemerintah menarik Duta Besar Indonesia di Malaysia sebagai bukti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat dan pantang dilecehkan.
"Tarik Dubes di Malaysia, itu untuk buat efek jera. Ini masalah kedaulatan, masa mau tegas saja harus dihitung secara ekonomi," tegas anggota Komisi V DPR tersebut saat acara buka puasa bersama di DPP Hanura, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Mengenai sikap fraksinya terhadap hak interpelasi, Saleh mengatakan bahwa partainya masih akan menunggu dan melihat situasi. "Kami akan lihat perkenbangan saat ini sampai sejauh mana yang dilakukan Presiden," ujarnya.(*)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Hanura melalui Sekretaris Fraksinya di DPR, Saleh Hussein, mendesak agar pemerintah bersikap tegas terhadap perlakuan Malaysia. Bahkan, Hanura dengan tegas mengusulkan agar pemerintah menarik Duta Besar Indonesia di Malaysia sebagai bukti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat dan pantang dilecehkan.
"Tarik Dubes di Malaysia, itu untuk buat efek jera. Ini masalah kedaulatan, masa mau tegas saja harus dihitung secara ekonomi," tegas anggota Komisi V DPR tersebut saat acara buka puasa bersama di DPP Hanura, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Mengenai sikap fraksinya terhadap hak interpelasi, Saleh mengatakan bahwa partainya masih akan menunggu dan melihat situasi. "Kami akan lihat perkenbangan saat ini sampai sejauh mana yang dilakukan Presiden," ujarnya.(*)
Penulis: Alie Usman | Editor: Juang Naibaho
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Penumpang Asal Inggris Terjatuh dari Kapal Pesiar…
- Donny Leimena Pertanyakan Status Ayah Kandung Astrid…
- Din Syamsudin: Agama Harus Jadi Pemecah Konflik
- Lima Elemen dalam Bank Mandiri Feng Shui Card
- Setahun Adjie Massaid Meninggal, Zahwa Curhat
- Perencanaan Investasi Masyarakat Masih Minim
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
