TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Hanura Tolak Rencana Pembangunan Gedung Baru DPR
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 22:21 WIB

tribunnews.com/Bian Harnansa
Wiranto ketua umum Hanura
BIAYA PEMBANGUNAN GEDUNG DPR BARU
1. Biaya Konstruksi Fisik Rp1.125.074.721.000
2. Biaya Konsultan Perencana Rp19.126.270.257
3. Biaya Konsultan MK Rp16.876.120.815
4. Biaya Pengelolaan Kegiatan Rp1.125.074.721
Total biaya Rp1.162.202.186.793
Tambah sistem keamanan, furniture
Rp 5 miliar atau total Rp 1,168 triliun.
2. Biaya Konsultan Perencana Rp19.126.270.257
3. Biaya Konsultan MK Rp16.876.120.815
4. Biaya Pengelolaan Kegiatan Rp1.125.074.721
Total biaya Rp1.162.202.186.793
Tambah sistem keamanan, furniture
Rp 5 miliar atau total Rp 1,168 triliun.
Berita Terkait: Gedung Baru DPR
Laporan Tribunnews.com, Alie Usman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ketua umum partai Hanura, Wiranto menolak rencana pembangunan gedung baru DPR senilai Rp 1,168 triliun. Wiranto menilai, ide pembangunan gedung tersebut tidak tepat waktu mengingat kondisi bangsa saat ini belum bisa memberikan jaminan kesejahteraan bagi kebanyakan rakyat.
"Partai Hanura dengan tegas menolak rencana pembangunan gedung baru tersebut. Kami tidak setuju jika pembangunan gedung DPR dilakukan saat ini. Alangkah sedihnya kita tatkala membangun gedung yang begitu megah dengan berbagai fasilitas untuk wakil rakyat, sementara rakyat yang diwakilinya masih menderita. Apa kata mereka," ujar Wiranto di Kantornya, Jumat (3/9/2010)
Wiranto menganggap ide tersebut sebetulnya merupakan keinginan setiap orang yang duduk di DPR. "Teman teman kami dari Hanura, walaupun masih sedikit di DPR sana, tetapi juga pastinya akan ikut menikmati fasilitas seperti itu. Siapa yang tidak ingin kerjanya nyaman. Apalagi ada spa, ada panti pijat. Pasti semua orang mau. Tapi sekali lagi, kami menganggap waktunya saat ini memang tidak tepat," jelas Wiranto.
Ia melihat, alangkah lebih bijak jika niatan tersebut untuk sementara disimpan dalam peti untuk masa-masa yang akan datang, jika waktu dan kondisi bangsa Indonesia sudah memungkinkan. "Kalau akan dibangun, tentunya kita membutuhkan saat yang tepat. Membutuhkan situasi dimana negeri ini sudah bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat banyak. Saat dimana rakyat sudah sangat rela jika wakilnya mendapat fasilitas seperti itu," kata Wiranto.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ketua umum partai Hanura, Wiranto menolak rencana pembangunan gedung baru DPR senilai Rp 1,168 triliun. Wiranto menilai, ide pembangunan gedung tersebut tidak tepat waktu mengingat kondisi bangsa saat ini belum bisa memberikan jaminan kesejahteraan bagi kebanyakan rakyat.
"Partai Hanura dengan tegas menolak rencana pembangunan gedung baru tersebut. Kami tidak setuju jika pembangunan gedung DPR dilakukan saat ini. Alangkah sedihnya kita tatkala membangun gedung yang begitu megah dengan berbagai fasilitas untuk wakil rakyat, sementara rakyat yang diwakilinya masih menderita. Apa kata mereka," ujar Wiranto di Kantornya, Jumat (3/9/2010)
Wiranto menganggap ide tersebut sebetulnya merupakan keinginan setiap orang yang duduk di DPR. "Teman teman kami dari Hanura, walaupun masih sedikit di DPR sana, tetapi juga pastinya akan ikut menikmati fasilitas seperti itu. Siapa yang tidak ingin kerjanya nyaman. Apalagi ada spa, ada panti pijat. Pasti semua orang mau. Tapi sekali lagi, kami menganggap waktunya saat ini memang tidak tepat," jelas Wiranto.
Ia melihat, alangkah lebih bijak jika niatan tersebut untuk sementara disimpan dalam peti untuk masa-masa yang akan datang, jika waktu dan kondisi bangsa Indonesia sudah memungkinkan. "Kalau akan dibangun, tentunya kita membutuhkan saat yang tepat. Membutuhkan situasi dimana negeri ini sudah bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat banyak. Saat dimana rakyat sudah sangat rela jika wakilnya mendapat fasilitas seperti itu," kata Wiranto.
Penulis: Alie Usman | Editor: Iswidodo
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
- Warga Tanralili Rayakan Maulid Bersama Bupati
- Dzikir Akbar Usai Sebagian Jalan di Jakpus Macet
- 17 Universitas di Sulawesi Terancam Jadi Sekolah Tinggi
- Bangunan Medali Beijing Sebabkan kekhawatiran di Cina
- Dua Pemain Anyar Juve Langsung Masuk Skuad Hadapi…
- Anggota Armed Boyong Hadiah Utama Jalan Santai
- Ini Kekayaan Angelina Sondakh
- Sempat Ditutup, Bandara Supadio Kembali Beroperasi
- Ke Makam Ayahnya, Aliyah Massaid Tak Ditemani Angie
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
