TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Jalur Alternatif Sumedang-Wado-Malangbong Siap Dilalui
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 22:08 WIB

Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Sebanyak 7.088 pemudik dari 3.418 pengendara motor melakukan mudik bersama kelompok Kompas Gramedia dan Astra Honda Motor (AHM), di Jakarta, Jumat (18/9) pagi. Ribuan pemudik dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa timur tersebut dilepas oleh Wagub Jakarta, Priyanto dan CEO Kompas Gramedia, Agung Adi Prasetyo.
WASPADA JALAN BERKELOK
HATI-HATI jalan berkelok dan licin kondisi jalur Sumedang-Malangbong ini
berbelok-belok dan ada tanjakan serta turunan yang tajam. Kawasan yang
dilalui berbukit-bukit di kiri kanan jalan. Saat musim hujan, kawasan
ini sangat rawan bencana tanah longsor.
Tanjakan tajam sendiri berada di daerah Pasir Ringkik, kaki Gunung Lingga, Kecamatan Cisitu. Setelah tanjakan tajam kemudian jalan menurun sangat tajam dan berbelok-belok sampai ke blok Eba.
Memasuki Kecamatan Darmaraja-Wado para pengendara akan melewati jalan yang akan menjadi dasar Bendungan Jatigede. Sebab di daerah Darmaraja-Wado ini mengalir Sungai Cimanuk yang akan dibendung proyek Jatiogede dan mulai ditenggelamkan pada 2013 nanti.
Tanjakan tajam dan panjang dengan kondisi jalan berbelok-belok ada di tanjakan Cae di Desa Cikareo sampai Cilengkrang. Kawasan jalan di lereng Gunung Cakrabuana dengan pemandangan yang indah ini merupakan daerah rawan kecelakaan lalu lintas.
Penyempitan jalan juga terjadi di beberapa ruas jalan karena merupakan daerah pasar tradisional. Penyempitan jalan terjadi karena ada pasar di Situraja kemudian di kawasan Alun-alun Kecamatan Darmaraja. Terakhir ada pasar dan terminal di Kecamatan Wado.
Di sepanjang jalan ini juga kini bertebaran beberapa SPBU sehingga para pemudik tak perlu kebingungan kehabisan bahan bakar. SPBU pertama ada di daerah Cicapar, Situraja kemudian di Cipaok, Darmaraja dan yag ketiga di Wado.
Sementara itu di ruas jalan ini juga ada beberapa puskesmas dan klinik pengobatan. Di Puskesmas Darmaraja bahkan menerima rawat inap dan menyiapkan dokter.(std)
Tanjakan tajam sendiri berada di daerah Pasir Ringkik, kaki Gunung Lingga, Kecamatan Cisitu. Setelah tanjakan tajam kemudian jalan menurun sangat tajam dan berbelok-belok sampai ke blok Eba.
Memasuki Kecamatan Darmaraja-Wado para pengendara akan melewati jalan yang akan menjadi dasar Bendungan Jatigede. Sebab di daerah Darmaraja-Wado ini mengalir Sungai Cimanuk yang akan dibendung proyek Jatiogede dan mulai ditenggelamkan pada 2013 nanti.
Tanjakan tajam dan panjang dengan kondisi jalan berbelok-belok ada di tanjakan Cae di Desa Cikareo sampai Cilengkrang. Kawasan jalan di lereng Gunung Cakrabuana dengan pemandangan yang indah ini merupakan daerah rawan kecelakaan lalu lintas.
Penyempitan jalan juga terjadi di beberapa ruas jalan karena merupakan daerah pasar tradisional. Penyempitan jalan terjadi karena ada pasar di Situraja kemudian di kawasan Alun-alun Kecamatan Darmaraja. Terakhir ada pasar dan terminal di Kecamatan Wado.
Di sepanjang jalan ini juga kini bertebaran beberapa SPBU sehingga para pemudik tak perlu kebingungan kehabisan bahan bakar. SPBU pertama ada di daerah Cicapar, Situraja kemudian di Cipaok, Darmaraja dan yag ketiga di Wado.
Sementara itu di ruas jalan ini juga ada beberapa puskesmas dan klinik pengobatan. Di Puskesmas Darmaraja bahkan menerima rawat inap dan menyiapkan dokter.(std)
Berita Lainnya
Laporan Wartawan Tribun Jabar
TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Jalur alternatif Sumedang-Wado-Malangbong, Garut sepanjang 50 km siap menerima limpahan arus mudik. Namun jalur ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan kecil, sedangkan bus dan truk tak bisa masuk.
"Untuk kendaraan besar seperti bus dan truk tak bisa masuk ke jalur ini dan akan disortir di Cibeusi Jatinangor," kata Kapolres Garut AKBP Nurullah, Jumat (3/9/2010).
Jika jalur di Nagrek mengalami kemacetan maka kendaraan dialihkan ke Sumedang-Wado-Malangbong dan sebaliknya.
Kendaraan besar tak bisa masuk karena ada bencana jalan ambles di blok Eba, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu. "Jalan ambles di blok Eba itu sudah diperbaiki dan sekarang bisa dilalui dua jalur. Hanya saja kendaraan besar tak bisa masuk," kata Kapolres.
Jalan Sumedang-Wado-Malangbong ini ambles karena pergerakan tanah yang tinggi. Setengah bahu jalan ambles dan lalu lintas sempat terputus pertengahan tahun ini. Dinas Binamarga Pemprov Jabar merelokasi jalan ini ke selatan dengan memapas bukit.
Namun, kondisi kawasan yang terus diguyur hujan belakangan ini membuat daerah tersebut rawan pergerakan tanah susulan. Apalagi kondisi di bawah jalan itu ada sungai yang mengalir. "Kondisi cuaca yang tidak menentu dan kerap hujan deras menjadi kawasan ini rawan bencana longsor dan tanah ambles," kata Kapolres.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Eka Setiawan mengatakan untuk menghadapi arus mudik ini pihaknya menyiagakan alat berat. "Alat berat sudah disiagakan di workshop PU di Cimalaka. Ada juga alat berat yang stanby di Cadas Pangeran," kata Eka, kemarin. Di Cadas Pangeran itu stanby alat berat loader dan dumtruk, imbuhnya.
Sementara di workshop Cimalaka alat berat yang disiapkan untuk membantu mulai dari dumbtruk, doser, backho sampai loader.
"Alat berat di workshop siap membantu dan standby. Kalau di blok Eba terjadi bencana maka alat berat dari workshop akan langsung meluncur," kata Eka yang mengaku kondisi infrastruktur jalan dalam kondisi baik untuk mendapat limpahan arus mudik.(std)
TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Jalur alternatif Sumedang-Wado-Malangbong, Garut sepanjang 50 km siap menerima limpahan arus mudik. Namun jalur ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan kecil, sedangkan bus dan truk tak bisa masuk.
"Untuk kendaraan besar seperti bus dan truk tak bisa masuk ke jalur ini dan akan disortir di Cibeusi Jatinangor," kata Kapolres Garut AKBP Nurullah, Jumat (3/9/2010).
Jika jalur di Nagrek mengalami kemacetan maka kendaraan dialihkan ke Sumedang-Wado-Malangbong dan sebaliknya.
Kendaraan besar tak bisa masuk karena ada bencana jalan ambles di blok Eba, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu. "Jalan ambles di blok Eba itu sudah diperbaiki dan sekarang bisa dilalui dua jalur. Hanya saja kendaraan besar tak bisa masuk," kata Kapolres.
Jalan Sumedang-Wado-Malangbong ini ambles karena pergerakan tanah yang tinggi. Setengah bahu jalan ambles dan lalu lintas sempat terputus pertengahan tahun ini. Dinas Binamarga Pemprov Jabar merelokasi jalan ini ke selatan dengan memapas bukit.
Namun, kondisi kawasan yang terus diguyur hujan belakangan ini membuat daerah tersebut rawan pergerakan tanah susulan. Apalagi kondisi di bawah jalan itu ada sungai yang mengalir. "Kondisi cuaca yang tidak menentu dan kerap hujan deras menjadi kawasan ini rawan bencana longsor dan tanah ambles," kata Kapolres.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Eka Setiawan mengatakan untuk menghadapi arus mudik ini pihaknya menyiagakan alat berat. "Alat berat sudah disiagakan di workshop PU di Cimalaka. Ada juga alat berat yang stanby di Cadas Pangeran," kata Eka, kemarin. Di Cadas Pangeran itu stanby alat berat loader dan dumtruk, imbuhnya.
Sementara di workshop Cimalaka alat berat yang disiapkan untuk membantu mulai dari dumbtruk, doser, backho sampai loader.
"Alat berat di workshop siap membantu dan standby. Kalau di blok Eba terjadi bencana maka alat berat dari workshop akan langsung meluncur," kata Eka yang mengaku kondisi infrastruktur jalan dalam kondisi baik untuk mendapat limpahan arus mudik.(std)
Editor: Juang Naibaho | Sumber: Tribun Jabar
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
- Angelina: Saya Bawa Anak-anak Biar Kuat
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
- Warga Tanralili Rayakan Maulid Bersama Bupati
- Dzikir Akbar Usai Sebagian Jalan di Jakpus Macet
- 17 Universitas di Sulawesi Terancam Jadi Sekolah Tinggi
- Bangunan Medali Beijing Sebabkan kekhawatiran di Cina
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
