Minggu, 5 Februari 2012
Tribunnews.com

Kapolri Baru Ditentukan Kekuatan Poltik DPR dan Presiden

Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 18:51 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Kapolri Baru Ditentukan Kekuatan Poltik DPR dan Presiden
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
-  Pengaruh politik menjadi tantangan besar DPR dan Presiden dalam memilih pemimpin baru Polri. Jika Presiden mempunyai satu kandidat, maka hal itu untuk mencegah intervensi DPR saat uji kepatutan dan kelayakan berlangsung atau diadakan.

Hal tersebut diungkapkan Bamabang Widodo Umar seorang Staf Pengajar Pasca Sarjana Kajian Ilmu Kepolisian UI seusai dialog di Gedung DPD yang bertemakan Mencari sosok figur Kapolri dan Jaksa Agung, Kamis (3/9/2010)

Menurutnya, pengaruh politik menjadi tantangan besar DPR dan presiden dalam memilih pemimpin baru polri. "Jika presiden mempunyai satu kandidat, maka hal itu untuk mencegah intervensi DPR saat uji kepatutan dan kelayakan berlangsung di DPR," kata Bambang.

Namun jika DPR memiliiki beberapa kandidat, hal itu dilakukan untuk menghindari intervensi presiden. Bambang pun mengakui, hal yang sulit dilakukan adalah mengawasi kepentingan politik yang kemungkinan bakal terjadi dalam pemilihan pemimpin baru Polri.

"Bagaimana mengawasi kepentingan politik SBY, diakan pejabat politik dan pengawasan ini belum ada dinegeri kita. Tapi apakah SBY sudah bersih dari kepentinan politik itu, belum tentu," tegasnya

Penulis: Adi Suhendi  |  Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup