TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Lari Dari Majikan Pembantu Asal Indonesia Ditangkap Saat Wawancara Kerja
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 10:23 WIB

pembantu ilustrasi
Berita Lainnya
- 121 Agency Malaysia Siap Fasilitasi TKI
- Terlibat Skandal Suap, 18 Pemain Malaysia Kena Sanksi
- FAM: Belum Ada Larangan Safee Sali Gabung Timnas Malaysia
- Warga Negara Malaysia Meninggal di KM Umsini
- Safee: Timnas Malaysia Masih Memerlukan Saya, Tak…
- Ini Alasan Safee Sali Tak Mau Pindah dari Pelita Jaya
TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Pembantu asal Indonesia yang diduga menganiaya bayi seorang pengusaha di Malaysia melakukan tes wawancara di tempat lain padahal dirinya sedang dicari oleh aparat setempat. Demikian dilansir The Star, Jumat (3/8/2010).
Perempuan berusia 25 tahun asal Majalengka, Jawa Barat, dalam wawancaranya mengaku stres dan menyatakan kepada calon majikan barunya jika ia mendapat siksaan fisik serta dibayar di bawah upah yang seharusnya ia terima.
Sang calon majikan yang tinggal di Ampang juga pengusaha ini mengaku bersimpati namun ia merasa pernah melihat wajah si perempuan ini. Ia pun kemudia berhasil mengingat wajah yang terpampang di koran-koran lokal karena dirinya dicari pihak berwajib.
Pria berusia 40 tahun ini pun kemudian menelepon polisi. "Perempuan ini mengaku lari dari majikannya di Puchong karena khawatir atas keselamatannya," kata Kepala Polisi Ampang Abdul Jalil Hassan.
Kejadian itu terjadi pada Jumat, pekan lalu, sekitar pukul empat sore ketika keluarganya menemukan anak tunggal di keluarga itu di rumahnya di Puchong. Menurut keterangan, pembantu itu menelepon ayah sang anak dan mengatakan bayinya itu jatuh dan tak sadarkan diri.
Sang ayah, seorang pebinis, meminta agar keluarganya yang tinggal di dekat rumahnya segera membawa bayi laki-lakinya itu ke rumah sakit. Meski demikian, bayi lak-laki bernama Tan Jin Yang berusia 15 bulan ini meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
Kepala Kepolisian Serdang Abdukl Razak Elias mengatakan awalnya kasus ini dimasukkan kategori kematian yang tiba-tiba. Namun, setelah melalui proses otopsi, polisi menemukan tanda-tanda penganiayan.
Di tubuh si bayi ditemukan luka di bagian leher, pendarahan di otak, dan juga banyak goresan pada tubuh yang diduga ditendang atau diinjak-injak dan ditemukan infeksi pada pernafasan. "Kami sedang menyelidiki sang pembantu atas kasus tersebut," kata Razak. Ia menambahkan, pembantu itu sudah bekerja di keluarga itu hampir dua tahun.
Perempuan berusia 25 tahun asal Majalengka, Jawa Barat, dalam wawancaranya mengaku stres dan menyatakan kepada calon majikan barunya jika ia mendapat siksaan fisik serta dibayar di bawah upah yang seharusnya ia terima.
Sang calon majikan yang tinggal di Ampang juga pengusaha ini mengaku bersimpati namun ia merasa pernah melihat wajah si perempuan ini. Ia pun kemudia berhasil mengingat wajah yang terpampang di koran-koran lokal karena dirinya dicari pihak berwajib.
Pria berusia 40 tahun ini pun kemudian menelepon polisi. "Perempuan ini mengaku lari dari majikannya di Puchong karena khawatir atas keselamatannya," kata Kepala Polisi Ampang Abdul Jalil Hassan.
Kejadian itu terjadi pada Jumat, pekan lalu, sekitar pukul empat sore ketika keluarganya menemukan anak tunggal di keluarga itu di rumahnya di Puchong. Menurut keterangan, pembantu itu menelepon ayah sang anak dan mengatakan bayinya itu jatuh dan tak sadarkan diri.
Sang ayah, seorang pebinis, meminta agar keluarganya yang tinggal di dekat rumahnya segera membawa bayi laki-lakinya itu ke rumah sakit. Meski demikian, bayi lak-laki bernama Tan Jin Yang berusia 15 bulan ini meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
Kepala Kepolisian Serdang Abdukl Razak Elias mengatakan awalnya kasus ini dimasukkan kategori kematian yang tiba-tiba. Namun, setelah melalui proses otopsi, polisi menemukan tanda-tanda penganiayan.
Di tubuh si bayi ditemukan luka di bagian leher, pendarahan di otak, dan juga banyak goresan pada tubuh yang diduga ditendang atau diinjak-injak dan ditemukan infeksi pada pernafasan. "Kami sedang menyelidiki sang pembantu atas kasus tersebut," kata Razak. Ia menambahkan, pembantu itu sudah bekerja di keluarga itu hampir dua tahun.
Penulis: Widiyabuana Andarias |
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Internasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Tandang ke Jepara, Persiba Bantul Bawa 19 Pemain
- Uang Rp 9 Miliar 'Terbang' ke Jakarta
- Pemainnya Mundur Berjamaah, Arema Minta Pengunduran…
- Hakim Syarifuddin Emoh Buktikan Asal-usul Hartanya
- Persela Lamongan Ngungsi ke Madiun
- Kas Hartadi Buta Kekuatan PSAP Sigli
- Mantan Juara Tenis Menuding Orangtua Bikin Tekor Rp542…
- Istri Polisi Dirampok dan Dianiaya
- Nyabu, 8 Polisi Bojonegoro Dipenjara 21 Hari
- Target Sriwijaya FC Curi Poin di Kandang PSAP dan…
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
