TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Macet Super Parah Terjadi Lagi di China
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 22:14 WIB
Berita Lainnya
TRIBUNNEWS.COM, CHINA --- Jalan raya China lagi-lagi dilanda kemacetan super parah. Kemacetan kali ini terjadi sepanjang 120 km di jalan tol Tibet-Beijing. Akibatnya, lebih dari 10.000 kendaraan tidak bergerak sama sekali.
Menurut laporan dari Televisi Sentral China, jalan tol yang terletak di China Utara, Mongolia pedalaman, tidak ubahnya seperti lahan parkir mobil raksasa. Sebagian besar mobil yang merupakan truk pengangkut batu bara yang menuju Ibukota, berjajar panjang dan rapi.
Kemacetan bermula pada Selasa saat penutupan jalur dilakukan di provinsi Hebei karena ada perbaikan jalan. Truk yang tidak bisa bergerak juga menutupi jalur menuju jalan tol yang makin memperpanjang deretan kendaraan.
Menurut laman China Daily, saat ini jalan menuju Hebei sudah mulai dibuka. Pembukaan jalan ini diharapkan dapat segera mengurangi kemacetan di jalan tol tersebut.
Kemacetan ini adalah kedua terparah setelah kemacetan sepanjang lebih dari 100 km yang terjadi selama sembilan hari di jalan-jalan utama antar Beijing dan Tibet. Kemacetan terjadi hanya selang seminggu setelah kemacetan sebelumnya berhasil diatasi.
Jalan tol merupakan jalur terpadat dan tersibuk di China. Jalan ini adalah jalur transportasi utama kendaraan pengangkut kebutuhan bagi 20 juta warga China.
Salah satu yang menggunakan fasilitas jalan tol adalah para pengantar batu bara, bahan yang penting bagi kelangsungan hidup di China.
Pengangkutan batu bara dari pedalaman Mongolia dilakukan setiap harinya dengan truk yang jumlahnya sangat banyak untuk memastikan pembangkit listrik tenaga batu bara di Beijing tidak kehabisan pasokan.
Pembangkit listrik tenaga batu bara inilah yang memenuhi setengah dari kebutuhan listrik China.
Pengamat dari kantor berita BBC, Martin Patience, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terdapat lonjakan pembangunan jalan di China untuk meningkatkan arus perekonomian.
Peningkatan infrastruktur ini telah menghabiskan miliaran dollar dari APBN China. Dia mengatakan bahwa seiring dengan usaha China untuk memenuhi kebutuhannya yang kian meningkat karena peningkatan ekonomi, pada saat itu pula macet super parah masih akan terjadi.
Menurut laporan dari Televisi Sentral China, jalan tol yang terletak di China Utara, Mongolia pedalaman, tidak ubahnya seperti lahan parkir mobil raksasa. Sebagian besar mobil yang merupakan truk pengangkut batu bara yang menuju Ibukota, berjajar panjang dan rapi.
Kemacetan bermula pada Selasa saat penutupan jalur dilakukan di provinsi Hebei karena ada perbaikan jalan. Truk yang tidak bisa bergerak juga menutupi jalur menuju jalan tol yang makin memperpanjang deretan kendaraan.
Menurut laman China Daily, saat ini jalan menuju Hebei sudah mulai dibuka. Pembukaan jalan ini diharapkan dapat segera mengurangi kemacetan di jalan tol tersebut.
Kemacetan ini adalah kedua terparah setelah kemacetan sepanjang lebih dari 100 km yang terjadi selama sembilan hari di jalan-jalan utama antar Beijing dan Tibet. Kemacetan terjadi hanya selang seminggu setelah kemacetan sebelumnya berhasil diatasi.
Jalan tol merupakan jalur terpadat dan tersibuk di China. Jalan ini adalah jalur transportasi utama kendaraan pengangkut kebutuhan bagi 20 juta warga China.
Salah satu yang menggunakan fasilitas jalan tol adalah para pengantar batu bara, bahan yang penting bagi kelangsungan hidup di China.
Pengangkutan batu bara dari pedalaman Mongolia dilakukan setiap harinya dengan truk yang jumlahnya sangat banyak untuk memastikan pembangkit listrik tenaga batu bara di Beijing tidak kehabisan pasokan.
Pembangkit listrik tenaga batu bara inilah yang memenuhi setengah dari kebutuhan listrik China.
Pengamat dari kantor berita BBC, Martin Patience, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terdapat lonjakan pembangunan jalan di China untuk meningkatkan arus perekonomian.
Peningkatan infrastruktur ini telah menghabiskan miliaran dollar dari APBN China. Dia mengatakan bahwa seiring dengan usaha China untuk memenuhi kebutuhannya yang kian meningkat karena peningkatan ekonomi, pada saat itu pula macet super parah masih akan terjadi.
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Internasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Heran Kenapa Cuma Angie yang Tersangka
- Rumah Angelina Sondakh Sepi Jelang Tahlilan
- Masuk Angin Mendadak? Jangan Dipijat, Itu Jantung…
- Salju Tebal , 350 Penerbangan di Inggris Batal
- Dua Pemain Anyar Juve Masuk Skuad Hadapi Siena
- Warga Gelar "Nganggung" Maulid Nabi
- Car Free Day, Jl Kol Sugiono Ditutup hingga Pukul…
- Delapan Naga Meriahkan Cap Go Meh di Pontianak
- Puskesmas Nangapanda Terbakar
- Dituding Selingkuh, Zumi Zola Bicara Pembangunan Daerah
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
