TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Mahasiswa Malaysia: Saya Harap Semuanya Oke!
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 02:41 WIB

TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Benteng Demokrasi Rakyat Indonesia (Bendera) melakukan aksi bakar bendera Malaysia di Sekretariat Bendera, Jalan Diponegoro Jakarta, Selasa (17/8/2010). Pembakaran bendera Malaysia sebagai bentuk protes keras terhadap negeri Jiran Malaysia yang melakukan pengkapan terhadap tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia.
Berita Terkait: Indonesia dan Malaysia Memanas
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya asal Malaysia, Ahmad Huzaifah, mengharapkan memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia tidak sampai memicu perang.
"Selama ini, hubungan Indonesia dengan Malaysia baik-baik saja, karena itu jangan perang. Saya berharap semuanya oke (baik)," katanya di sela-sela "Welcoming Reception Unair 2010 for International Student" di Unair, Kamis (2/8/2010).
Menurut mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) Unair asal Malaka itu, dirinya selama ini berhubungan baik dengan orang Indonesia, baik di Malaysia atau di Indonesia.
"Ada tukang bangunan yang bekerja di rumah saya di Malaysia dan kebetulan berasal dari Surabaya. Karena itu, saya akan berkunjung ke rumahnya di Surabaya," kata Ahmad yang baru tiga pekan berada di Surabaya.
Selain itu, dia mengaku ingin menambah ilmu di Indonesia, karena Fakultas Farmasi Unair merupakan salah satu fakultas yang terkenal. "Unair sendiri di Malaysia dikenal universitas yang bagus, karena itu saya belajar di sini dengan biaya sendiri untuk tahun pertama dan tahun berikutnya dibiayai pemerintah Malaysia," paparnya.
Senada dengan itu, mahasiswi Unair asal Malaysia, Feriah BTE Mogundil, mengaku tidak tahu menahu soal politik. Ia mengaku baru mengetahui terjadinya ketegangan Indonesia-Malaysia dari media massa Indonesia. "Saya tidak tahu soal politik, soal itu sebaiknya diselesaikan antarpemerintah saja. Itu urusan mereka, bukan kami-kami. Itu pun tidak ada pengaruh terhadap studi kami," ucapnya.
Mahasiswa asal Sabah itu mengaku orang Malaysia juga banyak yang menyukai pemusik Indonesia, seperti Peterpan, Ungu, Rosa, Krisdayanti, dan juga Inul. "Janganlah hubungan yang baik itu dirusak oleh segelintir orang yang jelek di Indonesia dan di Malaysia, sebab umumnya orang Indonesia dan Malaysia itu baik-baik saja," katanya.
Ahmad dan Feriah merupakan sebagian dari 32 mahasiswa asing dari berbagai negara yang belajar di berbagai fakultas di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada tahun 2010.
Ke-32 mahasiswa asing itu terdiri dari enam mahasiswa dari Program Darmasiswa Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2010/11, mahasiswa dari Program Erasmus Mundus External Cooperation Windows (EMECW) Lot 11 tahun 2009-2013, serta 15 mahasiswa Malaysia yang masuk jalur PMDK Unair.(*)
"Selama ini, hubungan Indonesia dengan Malaysia baik-baik saja, karena itu jangan perang. Saya berharap semuanya oke (baik)," katanya di sela-sela "Welcoming Reception Unair 2010 for International Student" di Unair, Kamis (2/8/2010).
Menurut mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) Unair asal Malaka itu, dirinya selama ini berhubungan baik dengan orang Indonesia, baik di Malaysia atau di Indonesia.
"Ada tukang bangunan yang bekerja di rumah saya di Malaysia dan kebetulan berasal dari Surabaya. Karena itu, saya akan berkunjung ke rumahnya di Surabaya," kata Ahmad yang baru tiga pekan berada di Surabaya.
Selain itu, dia mengaku ingin menambah ilmu di Indonesia, karena Fakultas Farmasi Unair merupakan salah satu fakultas yang terkenal. "Unair sendiri di Malaysia dikenal universitas yang bagus, karena itu saya belajar di sini dengan biaya sendiri untuk tahun pertama dan tahun berikutnya dibiayai pemerintah Malaysia," paparnya.
Senada dengan itu, mahasiswi Unair asal Malaysia, Feriah BTE Mogundil, mengaku tidak tahu menahu soal politik. Ia mengaku baru mengetahui terjadinya ketegangan Indonesia-Malaysia dari media massa Indonesia. "Saya tidak tahu soal politik, soal itu sebaiknya diselesaikan antarpemerintah saja. Itu urusan mereka, bukan kami-kami. Itu pun tidak ada pengaruh terhadap studi kami," ucapnya.
Mahasiswa asal Sabah itu mengaku orang Malaysia juga banyak yang menyukai pemusik Indonesia, seperti Peterpan, Ungu, Rosa, Krisdayanti, dan juga Inul. "Janganlah hubungan yang baik itu dirusak oleh segelintir orang yang jelek di Indonesia dan di Malaysia, sebab umumnya orang Indonesia dan Malaysia itu baik-baik saja," katanya.
Ahmad dan Feriah merupakan sebagian dari 32 mahasiswa asing dari berbagai negara yang belajar di berbagai fakultas di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada tahun 2010.
Ke-32 mahasiswa asing itu terdiri dari enam mahasiswa dari Program Darmasiswa Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2010/11, mahasiswa dari Program Erasmus Mundus External Cooperation Windows (EMECW) Lot 11 tahun 2009-2013, serta 15 mahasiswa Malaysia yang masuk jalur PMDK Unair.(*)
Editor: Juang Naibaho | Sumber: Surya
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Seorang Wanita Gugat Pemilik Kapal Costa Concordia
- Lelaki Bercelurit Rampok Penyadap Karet
- Lamborghini Pancal Ini Berharga Rp 21,8 Juta
- Percantik Diri dengan Totok Wajah
- Ribuan Jamaah Dzikir Akbar di Silang Monas
- Pesta Kuliner Betawi, Belanja Tanpa Uang Asli
- Rekor Guardiola: Menang 160, Kalah 18 Kali Bersama…
- Bontang FC 1-1 PSM Makassar: Pertahanan Juku Eja Ceroboh
- Perayaan Cap Go Meh di Ocean's Resto Meriah
- Kehadiran Marcell Memang 'Takkan Terganti'
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
