TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Mahasiswa Untag Samarinda Bakar Bendera Malaysia
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 16:45 WIB

Tribun Kaltim/Muhamad Yamin
Mahasiswa Untag Samarinda membakar bendera Malaysia, Jumat (3/9/2010) di persimpangan vorvoo Mal Lembuswana Jl WR Suparman, Samarinda.
Berita Terkait: Indonesia dan Malaysia Memanas
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhamad Yamin
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Sekitar 50 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Kalimantan Timur, berunjuk rasa menuntut pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap Malaysia, Jumat (3/9/2010) di persimpangan vorvoo Mal Lembuswana Jl WR Suparman, Samarinda. Bila perlu, pemerintah Indonesia memutuskan hubungan kerjasama dengan Malaysia.
Dalam aksinya, mahasiswa membakar simbol bendera Malaysia di tengah jalan. Koordinator aksi unjuk rasa mahasiswa, Habil Ngewa, mengatakan, ada sebelas dosa dilakukan Malaysia terhadap Indonesia.Dosa itu mulai mengirimkan teroris ke Indonesia (Dr Azhari dan Noordin M Top), direbutnya pulau Sipadan dan Ligitan, hingga persoalan insiden penangkapan dan perlakuan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh polisi Malaysia di perairan Bintan Riau Indonesia.
"Tuntutan kami sangat tegas meminta pemerintah Indonesia memutuskan hubungan kerjasama dengan Malaysia, stop pengiriman TKI ke Malaysia dan mendesak Presiden RI nyatakan perang bila Malaysia kembali mengulangi perbuatan yang dianggap merugikan Indonesia," kata Habil.(*)
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Sekitar 50 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Kalimantan Timur, berunjuk rasa menuntut pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap Malaysia, Jumat (3/9/2010) di persimpangan vorvoo Mal Lembuswana Jl WR Suparman, Samarinda. Bila perlu, pemerintah Indonesia memutuskan hubungan kerjasama dengan Malaysia.
Dalam aksinya, mahasiswa membakar simbol bendera Malaysia di tengah jalan. Koordinator aksi unjuk rasa mahasiswa, Habil Ngewa, mengatakan, ada sebelas dosa dilakukan Malaysia terhadap Indonesia.Dosa itu mulai mengirimkan teroris ke Indonesia (Dr Azhari dan Noordin M Top), direbutnya pulau Sipadan dan Ligitan, hingga persoalan insiden penangkapan dan perlakuan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh polisi Malaysia di perairan Bintan Riau Indonesia.
"Tuntutan kami sangat tegas meminta pemerintah Indonesia memutuskan hubungan kerjasama dengan Malaysia, stop pengiriman TKI ke Malaysia dan mendesak Presiden RI nyatakan perang bila Malaysia kembali mengulangi perbuatan yang dianggap merugikan Indonesia," kata Habil.(*)
Editor: Juang Naibaho | Sumber: Tribun Kaltim
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

