TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Negosiasi Damai Dongkrak Perekonomian Israel
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 21:59 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JERUSALEM --- Perjanjian damai yang akan dilakukan Israel dengan Palestina berpotensi meningkatkan produk domestik bruto Israel (PDB).
Kenaikan PDB ini mungkin terjadi lima sampai enam persen. Demikian disampaikan Gubernur Bank Israel Stanley Fischer di hadapan Dewan Gubernur Kongres Yahudi Dunia (WJC) di Jerusalem, Kamis (2/9/2010).
Merujuk data resmi yang dikeluarkan, perekonomian Israel tumbuh menjadi 4,7 persen pada kuartal kedua 2010. Sementara itu, tingkat pengangguran stabil di angka 6,2 persen. Ini berarti lebih rendah dari yang diperkirakan analis.
Fischer juga mengatakan, keyakinannya terhadap tingkat kenaikan ekonomi Israel akan terpengaruh terhadap konflik yang terjadi selama beberapa dekade ini.
Namun, pendapat berbeda diungkapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Israel tidak bergantung pada perdamaian Israel-Palestina.
Kenaikan PDB ini mungkin terjadi lima sampai enam persen. Demikian disampaikan Gubernur Bank Israel Stanley Fischer di hadapan Dewan Gubernur Kongres Yahudi Dunia (WJC) di Jerusalem, Kamis (2/9/2010).
Merujuk data resmi yang dikeluarkan, perekonomian Israel tumbuh menjadi 4,7 persen pada kuartal kedua 2010. Sementara itu, tingkat pengangguran stabil di angka 6,2 persen. Ini berarti lebih rendah dari yang diperkirakan analis.
Fischer juga mengatakan, keyakinannya terhadap tingkat kenaikan ekonomi Israel akan terpengaruh terhadap konflik yang terjadi selama beberapa dekade ini.
Namun, pendapat berbeda diungkapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Israel tidak bergantung pada perdamaian Israel-Palestina.
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Internasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Warga Tanralili Rayakan Maulid Bersama Bupati
- Dzikir Akbar Usai Sebagian Jalan di Jakpus Macet
- 17 Universitas di Sulawesi Terancam Jadi Sekolah Tinggi
- Bangunan Medali Beijing Sebabkan kekhawatiran di Cina
- Dua Pemain Anyar Juve Langsung Masuk Skuad Hadapi…
- Anggota Armed Boyong Hadiah Utama Jalan Santai
- Ini Kekayaan Angelina Sondakh
- Sempat Ditutup, Bandara Supadio Kembali Beroperasi
- Ke Makam Ayahnya, Aliyah Massaid Tak Ditemani Angie
- Heran Kenapa Cuma Angie yang Tersangka
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
