TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Saya Paling Parah Diperiksa Waah... Polri Cetak Sejarah
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 22:09 WIB

tribunnews.com/Bian Harnansa
Kompol Mohammad Arafat Enanie
"Dalam sejarah Polri, belum pernah ada sidang kode etik disiarkan langsung empat jam oleh media. Belum pernah ada, kecuali saya,"
Kompol Mohd. Arafat Enani
Berita Terkait: Sidang Kompol Arafat
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Kompol Mohd. Arafat Enani tanpa tedeng aling-aling mengatakan bahwa Polri telah mencetak sejarah karena menyiarkan sidang kode etik selama empat jam nonstop. Sidang kode etik yang dimaksud adalah sidang terhadap dirinya karena tersangkut kasus mafia pajak.
Arafat mengatakan pemeriksaan dirinya bukan tanpa dasar. Karena empat jam itu telah merusak rasa kebatinannya. "Dalam sejarah Polri, belum pernah ada sidang kode etik disiarkan langsung empat jam oleh media. Belum pernah ada, kecuali saya," ujar Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010).
Menurut Arafat, pemeriksaan selama itu yang disiarkan media nasional juga telah membuat kondisi batinnya parah. Sehingga, dari sekian orang yang terlibat dalam kasus sindikasi mafia pajak, Arafat mengaku sebagai orang yang paling parah pemeriksaannya.
Selain itu, Arafat melanjutkan, bukan saja kode etik. Secara kumulatif, pemeriksaan dirinya oleh Div Propam dan Provost semakin mengakumulasi batinnya terganggu. "Suasana itulah, kumulatif semua, dari saya diperiksa oleh Propam, Provost, suasananya itu seperti itu. Saya diperiksa dari pagi ketemu pagi," paparnya.
Berbeda dengan mereka yang memeriksa, bisa seenaknya gantian kalau sudah ngantuk. Sementara orang yang diperiksa seperti dirinya, Sumartini dan Roberto Santonius, harus menahan lelah dan kantuk. "Kalau (penyidik) ngantuk diganti sama temannya, bisa sampai pagi. Tapi kita kan teler di situ," keluhnya. (*)
Arafat mengatakan pemeriksaan dirinya bukan tanpa dasar. Karena empat jam itu telah merusak rasa kebatinannya. "Dalam sejarah Polri, belum pernah ada sidang kode etik disiarkan langsung empat jam oleh media. Belum pernah ada, kecuali saya," ujar Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010).
Menurut Arafat, pemeriksaan selama itu yang disiarkan media nasional juga telah membuat kondisi batinnya parah. Sehingga, dari sekian orang yang terlibat dalam kasus sindikasi mafia pajak, Arafat mengaku sebagai orang yang paling parah pemeriksaannya.
Selain itu, Arafat melanjutkan, bukan saja kode etik. Secara kumulatif, pemeriksaan dirinya oleh Div Propam dan Provost semakin mengakumulasi batinnya terganggu. "Suasana itulah, kumulatif semua, dari saya diperiksa oleh Propam, Provost, suasananya itu seperti itu. Saya diperiksa dari pagi ketemu pagi," paparnya.
Berbeda dengan mereka yang memeriksa, bisa seenaknya gantian kalau sudah ngantuk. Sementara orang yang diperiksa seperti dirinya, Sumartini dan Roberto Santonius, harus menahan lelah dan kantuk. "Kalau (penyidik) ngantuk diganti sama temannya, bisa sampai pagi. Tapi kita kan teler di situ," keluhnya. (*)
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Iswidodo
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Din Syamsudin: Agama Harus Jadi Pemecah Konflik
- Lima Elemen dalam Bank Mandiri Feng Shui Card
- Setahun Adjie Massaid Meninggal, Zahwa Curhat
- Perencanaan Investasi Masyarakat Masih Minim
- Sore Ini hingga Besok KPSI Gelar Kongres Tahunan
- Anggie Siapkan Brownies Untuk Tahlilan
- Batavia Gagal Terbang dari Pontianak ke Jakarta
- Siang Ini Zumi Zola Bicara Soal Tuduhan Perselingkuhannya
- Angelina: Saya Bawa Anak-anak Biar Kuat
- Anak-anak Angie Risau dan Kebingungan
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
