Minggu, 5 Februari 2012
Tribunnews.com

Saya Paling Parah Diperiksa Waah... Polri Cetak Sejarah

Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 22:09 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Saya Paling Parah Diperiksa Waah... Polri Cetak Sejarah
tribunnews.com/Bian Harnansa
Kompol Mohammad Arafat Enanie 


"Dalam sejarah Polri, belum pernah ada sidang kode etik disiarkan langsung empat jam oleh media. Belum pernah ada, kecuali saya,"
Kompol Mohd. Arafat Enani
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Kompol Mohd. Arafat Enani tanpa tedeng aling-aling mengatakan bahwa Polri telah mencetak sejarah karena menyiarkan sidang kode etik selama empat jam nonstop. Sidang kode etik yang dimaksud adalah sidang terhadap dirinya karena tersangkut kasus mafia pajak.

Arafat mengatakan pemeriksaan dirinya bukan tanpa dasar. Karena empat jam itu telah merusak rasa kebatinannya. "Dalam sejarah Polri, belum pernah ada sidang kode etik disiarkan langsung empat jam oleh media. Belum pernah ada, kecuali saya," ujar Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010).

Menurut Arafat, pemeriksaan selama itu yang disiarkan media nasional juga telah membuat kondisi batinnya parah. Sehingga, dari sekian orang yang terlibat dalam kasus sindikasi mafia pajak, Arafat mengaku sebagai orang yang paling parah pemeriksaannya.

Selain itu, Arafat melanjutkan, bukan saja kode etik. Secara kumulatif, pemeriksaan dirinya oleh Div Propam dan Provost semakin mengakumulasi batinnya terganggu. "Suasana itulah, kumulatif semua, dari saya diperiksa oleh Propam, Provost, suasananya itu seperti itu. Saya diperiksa dari pagi ketemu pagi," paparnya.

Berbeda dengan mereka yang memeriksa, bisa seenaknya gantian kalau sudah ngantuk. Sementara orang yang diperiksa seperti dirinya, Sumartini dan Roberto Santonius, harus menahan lelah dan kantuk. "Kalau (penyidik) ngantuk diganti sama temannya, bisa sampai pagi. Tapi kita kan teler di situ," keluhnya. (*)

Penulis: Yogi Gustaman  |  Editor: Iswidodo
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup